Show simple item record

dc.contributor.advisorTarman, Kustiariyah
dc.contributor.advisorDesniar
dc.contributor.authorJannah, Alif Kholifatul
dc.date.accessioned2016-09-21T01:53:15Z
dc.date.available2016-09-21T01:53:15Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/81542
dc.description.abstractTumbuhan mangrove di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sebagai sumber obat-obatan. Hampir semua spesies tanaman di dunia termasuk mangrove memiliki satu atau lebih mikroba endofit. Mikroba endofit adalah mikroba yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan mampu membentuk koloni tanpa membahayakan inangnya. Kapang endofit mampu memproduksi senyawa bioaktif yang sama dengan inangnya. Endofit di dalam mangrove sebagai tanaman inangnya yang sangat beranekaragam di Indonesia telah diteliti dalam jumlah yang sedikit. Kapang endofit telah berhasil diisolasi dari daun mangrove R. stylosa di perairan Barru, Sulawesi Selatan yang diberi kode BAR1.5. Ekstrak kasarnya diketahui memiliki aktivitas penghambatan terhadap bakteri B. subtilis. Penemuan tersebut perlu diteliti lebih lanjut terutama mengenai fraksi yang aktif sebagai antibakteri dan pengaruh yang dihasilkan dari ekstrak terhadap morfologi sel bakteri. Penelitian ini dilakukan dalam 5 tahap. Tahapan pertama adalah kultivasi kapang endofit mangrove BAR1.5, selanjutnya tahap yang kedua yaitu mengekstrak media kultur kapang. Tahap ketiga, ekstrak yang diperoleh dilakukan uji bioautografi. Hasil bioautografi berupa fraksi aktif. Fraksi yang aktif sebagai antibakteri tersebut dijadikan acuan untuk pengambilan fraksi semi-murni pada KLTP sebagai tahapan yang keempat. Fraksi yang diperoleh dari KLTP kemudian diuji menggunakan KLT untuk mengetahui apakah fraksi yang diperoleh adalah fraksi tunggal. Fraksi tunggal yang didapatkan kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri dan uji komponen bioaktif. Tahap kelima yaitu mengidentifikasi pengaruh ekstrak terhadap morfologi sel bakteri menggunakan SEM. Fraksi antibakteri dari kapang endofit BAR1.5 dapat diperoleh dengan menggunakan KLTP. Fraksi semi-murni antibakteri yang diperoleh adalah sebanyak tiga fraksi (F1, F2, dan F3). Aktivitas antibakteri F1 dan F2 lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak kasar yang memiliki zona hambat masing-masing 19 mm dan 20 mm terhadap B. subtilis. F3 tidak memiliki aktiviitas antibakteri yang baik dalam bentuk fraksi tunggal. Komponen bioaktif pada F1 adalah flavonoid, F2 polifenol, dan F3 triterpenoid. Senyawa antibakteri dalam kapang endofit BAR1.5 menyebabkan pembengkakan, pengerutan dan lisis pada morfologi sel B. subtilis, sedangkan pada morfologi sel P. aeruginosa menyebabkan pengerutan, sel transparan dan lisis.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcMicrobiologyid
dc.subject.ddcBacterialid
dc.titleAktivitas Antibakteri Fraksi Semi-Murni Dari Kapang Endofit Mangrove Bar1.5 Dan Pengaruh Ekstraknya Terhadap Morfologi Sel Bakteriid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordantibakteriid
dc.subject.keywordfraksinasiid
dc.subject.keywordkapang endofitid
dc.subject.keywordmarine fungiid
dc.subject.keywordmorfologi selid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record