Show simple item record

dc.contributor.advisorSetiawati, Mia
dc.contributor.advisorPriyoutomo, Nur Bambang
dc.contributor.authorAl Muqramah, Teuku Muhammad Haja
dc.date.accessioned2016-05-19T06:17:44Z
dc.date.available2016-05-19T06:17:44Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80558
dc.description.abstractBudidaya udang vaname Litopenaeus vannamei memiliki prospek sangat bagus untuk dikembangkan sehingga ketersedian juvenil berkualitas dengan kuantitas yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk kegiatan pembesaran, terutama untuk pembesaran dengan sistem karamba jaring apung (KJA) di laut. Upaya untuk menjamin ketersediaan juvenil dapat dimulai melalui kegiatan pendederan dengan menggunakan sistem intensif. Penerapan budidaya intensif berdampak pada penggunaan jumlah pakan yang diberikan pada udang meningkat. Hal ini menimbulkan beberapa permasalahan seperti tingginya kebutuhan pakan dan biaya pengadaan pakan. Teknologi bioflok telah berhasil dikembangkan untuk mengurangi limbah kegiatan budidaya dan dengan terdapatnya bakteri heterotrof yang membentuk flok dapat menjadi sumber pakan alami udang. Oleh karena itu, diduga bioflok dapat meminimalisir kebutuhan protein sehingga efesiensi pakan dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian kadar protein pakan berbeda terhadap pertumbuhan juvenil udang vaname L. vannamei dengan teknologi bioflok pada kegiatan pendederan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah udang uji dipelihara dalam media bioflok dengan pemberian pakan: (A) protein 30%, (B) protein 35%, (C) protein 40% dan (K) pemberian protein 40% tanpa teknologi bioflok. Penelitian dilakukan pada akuarium berukuran 60x40x40 cm3, ketinggian air 30 cm, dengan volume air 72 L, yang dilengkapi dengan 3 titik aerasi. Pemeliharaan udang dilakukan selama 28 hari, udang uji yang digunakan adalah udang vaname L. vannamei PL 16 dengan bobot rata-rata 0,03±0,04 g/ekor dan panjang total rata-rata 1,60±1,69 cm/ekor yang ditebar dengan kepadatan 1528 ekor/m3 (108 ekor/akuarium). Selama pemeliharaan udang, frekuensi pemberian pakan diberikan 4 kali sehari (06.00, 11.00, 16.00 dan 21.00 WIB) dengan feeding rate sebesar 25%. Parameter pengamatan meliputi: volume flok, nutrien flok, pertumbuhan panjang, pertumbuhan bobot, efisiensi pakan, tingkat kelangsungan hidup, retensi protein, retensi lemak, parameter stres dan parameter kualitas air. Parameter diukur menggunakan analisis ragam dan uji lanjut menggunakan uji Duncan. Berdasarkan hasil, perlakuan pemberian kadar protein pakan berbeda pada teknologi bioflok memiliki volume flok dan nutrien flok berbeda. Perlakuan pemberian kadar protein pakan 40% memberikan volume flok (21 mL/L) dan energi pada nutrien flok (2619,64 kkal/kg) tertinggi (P<0.05). Hal ini menghasilkan nilai tertinggi terhadap pertumbuhan panjang dan pertumbuhan bobot. Pemberian kadar protein 35% dan 40% pada teknologi bioflok memberikan efisiensi pakan (36,85-37,33%) lebih tinggi dibandingkan kontrol (tanpa teknologi bioflok). Hasil kelangsungan hidup udang tertinggi pada pemberian protein pakan 35% dibanding kontrol (P<0.05) sedangkan hasil retensi protein dan retensi lemak tidak menunjukan adanya perbedaan antara perlakuan bioflok tetapi tetap menunjukan hasil lebih tinggi dibandingkan kontrol (tanpa teknologi bioflok) (P<0.05). Pada parameter stres (glukosa plasma tubuh) diakhir pemeliharan terlihat bahwa pemberian kadar protein pakan 35% dengan teknologi bioflok memiliki kadar glukosa plasma tubuh lebih rendah (73,02 mg/dL) dibandingkan perlakuan lainnya. Hasil dari parameter kualitas air selama masa pemeliharan dengan teknologi bioflok masih berada pada kisaran optimal untuk kelayakan budidaya. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan teknologi bioflok, maka kegiatan pendederan udang vaname dapat diberikan pakan dengan kadar protein 35% yang memberikan peningkatan efisiensi pakan (63%), pertumbuhan panjang (42%), pertumbuhan bobot (46%) dan kelangsungan hidup mencapai (96,06%) dibandingkan dengan pemberian pakan dengan kadar protein 40% tanpa teknologi bioflok.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAquacultureid
dc.subject.ddcShrimpid
dc.subject.ddc2015id
dc.titlePemberian Kadar Protein Pakan Berbeda Terhadap Pertumbuhan Udang Vaname Litopenaeus Vannamei Dengan Teknologi Bioflok Pada Kegiatan Pendederanid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordudang vanameid
dc.subject.keywordprotein pakanid
dc.subject.keywordteknologi bioflokid
dc.subject.keywordpertumbuhan dan efisiensi pakanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record