Show simple item record

dc.contributor.advisorRusmana, Iman
dc.contributor.advisorMubarik, Nisa Rachmania
dc.contributor.authorHidayah, Nurul
dc.date.accessioned2016-04-27T04:38:06Z
dc.date.available2016-04-27T04:38:06Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80107
dc.description.abstractSawi asin merupakan produk sawi fermentasi asal Indonesia. Sejumlah galur bakteri asam laktat yang berasosiasi dengan makanan menghasilkan bakteriosin. Bakteriosin merupakan senyawa protein yang memiliki aktivitas bakterisida terhadap mikrob sekerabat. Bakteriosin dapat menghambat beberapa bakteri penyebab kerusakan pada pangan. Tujuan dari penelitian ini ialah mengisolasi bakteri asam laktat dari sawi fermentasi dan mengkarakterisasi bakteriosin yang dihasilkan serta potensinya menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Isolat bakteri asam laktat pada media MRSA + CaCO3 0.5% ditunjukkan dengan adanya zona bening di sekitar koloni bakteri. Seleksi 66 isolat asam laktat menunjukkan 10 isolat dengan indeks penghambatan tertinggi terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Dua isolat dengan indeks penghambatan supernatan tertinggi dan berpotensi menghasilkan bakteriosin yaitu isolat PB3.6 dan PG1.9. Berdasarkan identifikasi molekuler, isolat PB3.6 menunjukkan kemiripan 96% dengan Lactobacillus plantarum JBE 160 dan isolat PG1.9 memiliki kemiripan 98% dengan Lactobacillus brevis KLAB12. Aktivitas tertinggi bakteriosin isolat PB3.6 diperoleh pada akhir fase logaritmik sedangkan aktivitas tertinggi bakteriosin isolat PG1.9 diperoleh pada fase stasioner. Aktivitas endapan tertinggi bakteriosin isolat PB3.6 terhadap bakteri S. aureus pada konsentrasi amonium sulfat 40% sedangkan terhadap bakteri E. coli pada konsentrasi amonium sulfat 80%. Bakteriosin isolat PG1.9 memiliki aktivitas endapan tertinggi terhadap bakteri S. aureus dan E. coli pada konsentrasi amonium sulfat 70%. Bakteriosin isolat PB3.6 dan PG1.9 masih aktif menghambat bakteri S. aureus dan E. coli setelah diberi perlakuan pH 4-10 selama 30 menit dan suhu 50-100°C selama 10 menit. Aktivitas optimum bakteriosin isolat PB3.6 dan PG1.9 terhadap bakteri E. coli pada pH 4. Bakteriosin isolat PB3.6 memiliki aktivitas optimum terhadap bakteri S. aureus pada pH 6 sedangkan bakteriosin PG1.9 pada pH 7. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa kedua isolat tersebut dapat menghasilkan bakteriosin yang diharapkan dapat digunakan sebagai pengawet pada produk pangan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcMicrobiologyid
dc.subject.ddcAgricultural microbiologyid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleKarakterisasi Bakteriosin Bakteri Asam Laktat Dari Sawi Fermentasiid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordbakteri asam laktatid
dc.subject.keywordbakteriosinid
dc.subject.keywordsawi fermentasiid
dc.subject.keywordLactobacillus plantarumid
dc.subject.keywordLactobacillus brevisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record