Show simple item record

dc.contributor.advisorSuprayudi, Muhammad Agus
dc.contributor.advisorUtomo, Nur Bambang Priyo
dc.contributor.authorHasrah
dc.date.accessioned2016-04-27T04:27:59Z
dc.date.available2016-04-27T04:27:59Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80084
dc.description.abstractIkan lele Clarias sp merupakan salah satu jenis ikan air tawar cukup menjanjikan untuk dibudidayakan, karena kebutuhan konsumsi ikan yang meningkat setiap tahunnya. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan melakukan intensifikasi budidaya. Intensifikasi budiaya ikan berkorelasi dengan kebutuhan pakan, karena pakan merupakan komponen biaya terbesar dari total biaya produksi. Peningkatan efisiensi pakan dalam rangka menekan biaya produksi dapat dilakukan dengan penambahan selenium organik. Selenium organik ditemukan menjadi bagian integral dari enzim antioksidan yakni glutation peroksidase yang dapat menghancurkan peroksida-peroksida yang terbentuk, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan dan status kesehatan ikan Clarias sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan selenium organik terhadap kinerja pertumbuhan dan status kesehatan ikan lele. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan yaitu dengan dosis 0, 1, 4 dan 8 g Se/kg pakan dengan kadar selenium pakan 0,30, 0,79, 2,26, dan 5,79 mg Se/kg. Ikan uji yang digunakan dengan bobot rata‒rata 5,97+0,06 g dipelihara dalam 12 bak beton bervolume 300 liter dengan kepadatan 150 ekor per bak selama 56 hari. Ikan diberi pakan 3% dari bobot tubuh sebanyak 3 kali sehari pada pukul 07.00, 14.00 dan 20.00 WIB. Parameter yang diamati terdiri dari biomassa ikan, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, jumlah konsumsi pakan, efisiensi pakan, retensi protein, retensi lemak, retensi selenium, dan keragaman ukuran ikan. Parameter biokimia darah terdiri dari kolesterol, trigliserida, HDL‒kolesterol dan LDL‒kolesterol, kadar selenium darah, prorein darah dan glukosa darah, serta parameter kesehatan seperti jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, kadar hematokrit dan kadar hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan selenium organik sebanyak 4 g Se/kg pakan dengan kadar selenium pakan 2,26 mg Se/kg pakan adalah perlakuan terbaik dengan total biomassa akhir 2569,7 g, efisiensi pakan 69,9%, retensi protein 34,8%, retensi lemak 63,9%, retensi selenium 28,6%, kadar glukosa darah 88 mg/dL, kadar hemoglobin 7,93 g%, dan jumlah sel darah putih 1,60 sel/mm3×105. Parameter yang memberikan hasil yang berbeda nyata adalah parameter kadar selenium darah (0,63 mg/kg) dan kadar protein darah (14,67%) pada perlakuan penambahan selenium organik pada pakan dengan dosis 8 g Se/kg pakan dengan kadar selenium pakan 5,79 mg Se/kg pakan. Parameter yang tidak berbeda nyata adalah laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, total kolesterol, trigliserida, HDL‒kolesterol dan LDL‒kolesterol, jumlah sel darah merah dan kadar hematokrit. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan selenium organik pada pakan sebanyak 4 g Se/kg pakan dengan kadar selenium pakan 2,26 mg Se/kg merupakan perlakuan terbaik yang dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan dan status kesehatan ikan lele Clarias sp.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFisheriesid
dc.subject.ddcEelid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePenambahan Selenium Organik Terhadap Kinerja Pertumbuhan Dan Status Kesehatan Ikan Lele Clarias Sp.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordClarias spid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subject.keywordselenium organikid
dc.subject.keywordstatus kesehatan ikan.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record