Show simple item record

dc.contributor.advisorJusadi, Dedi
dc.contributor.advisorNuryati, Sri
dc.contributor.authorPuteri, Andi Tiara Eka Diana
dc.date.accessioned2016-04-27T03:47:55Z
dc.date.available2016-04-27T03:47:55Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80058
dc.description.abstractHarga pakan ikan yang kian meningkat berbanding terbalik dengan harga jual ikan yang relatif stabil. Hal ini tidak diikuti dengan peningkatan nilai efisiensi pakan sehingga keuntungan yang diperoleh petani cenderung menurun. Diperlukan adanya suatu upaya untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan sebagai langkah mengatasi kenaikan harga pakan. Hal tersebut dapat ditempuh melalui penggunaan zat aditif, dalam hal ini minyak cengkeh. Penelitian terdahulu mengenai penambahan minyak cengkeh dalam pakan ikan berhasil membuktikan terjadinya peningkatan pada kinerja pertumbuhan dan status kesehatan ikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh minyak cengkeh yang ditambahkan ke dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan dan status kesehatan ikan bawal Colossoma macropromum. Penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap pemeliharaan yaitu pemeliharaan uji pertumbuhan selama 45 hari dan uji kecernaan selama 11 hari, terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan. Sebagai perlakuan adalah penambahan minyak cengkeh ke dalam pakan pada dosis 0 (kontrol), 5, 10, 15, dan 100 mg per 100 g pakan. Ikan bawal diberi pakan yang ditambah minyak cengkeh pada dosis sesuai perlakuan tersebut. Pada uji pertumbuhan, sebanyak dua puluh lima ekor ikan bawal dengan berat individu 7,6 ± 0,60 g ditebar ke dalam 15 akuarium. Selama masa pemeliharaan, ikan diberi pakan sesuai perlakuan sebanyak tiga kali sehari (pukul 08.00, 12.00 dan 16.00 WIB) secara at satiation. Parameter uji yang diamati antara lain bobot individu (awal dan akhir), tingkat kelangsungan hidup, jumlah konsumsi pakan, laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan, dan retensi protein. Status kesehatan ikan diamati melalui pengambilan sampel darah untuk mengetahui profil gambaran darah ikan bawal, penghitungan kelimpahan dan karakterisasi jenis bakteri usus. Selanjutnya pada uji kecernaan, ikan bawal diberi pakan yang mengandung kromium (Cr2O3). Pengumpulan feses dari 15 ekor ikan dilakukan untuk mengetahui besarnya kecernaan protein. Beberapa parameter penunjang lainnya yang turut diamati dalam penelitian ini antara lain hepatosomatik indeks, rasio panjang usus dengan tubuh, pengukuran panjang villi usus, kadar malondialdehyde (MDA) pada plasma serta histologi organ hati dan usus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak cengkeh dalam pakan mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan yang dilihat dari kenaikan bobot individu di akhir pemeliharaan, laju pertumbuhan harian, dan nilai retensi protein. Selain itu, juga berpengaruh pada menurunnya kadar MDA plasma serta meningkatnya kecernaan protein. Perlakuan penambahan minyak cengkeh sebesar 10 mg /100 g pakan merupakan dosis terbaik yang diperoleh dalam penelitian ini.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFisheriesid
dc.subject.ddcAquacultureid
dc.subject.ddc2015id
dc.titlePenambahan Minyak Cengkeh Syzygium Aromaticum Dalam Pakan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Status Kesehatan Ikan Bawal Colossoma Macropomumid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordminyak cengkehid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subject.keywordstatus kesehatanid
dc.subject.keywordikan bawalid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record