Show simple item record

dc.contributor.advisorAlimuddin
dc.contributor.advisorSukenda
dc.contributor.authorListiyowati, Nunuk
dc.date.accessioned2016-04-27T03:38:34Z
dc.date.available2016-04-27T03:38:34Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80038
dc.description.abstractIkan nila Oreochromis niloticus merupakan komoditas budidaya andalan di Indonesia dan dunia, dengan produksi global sebesar 4.85 juta ton pada tahun 2014. Peningkatan produksi dapat ditempuh dengan berbagai cara, salah satu alternatif cara yang digunakan adalah dengan aplikasi bioteknologi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penambahan hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rElGH) dalam pakan terhadap performa pertumbuhan dan imunitas tiga varietas ikan nila terhadap infeksi bakteri Streptococcus agalactiae. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2013 sampai Agustus 2014 bertempat di hatchery komoditas ikan nila dan Laboratorium Genetika, Balai Penelitian Pemuliaan Ikan, Sukamandi. Penelitian ini terdiri atas dua tahap. Pada tahap pertama dilakukan uji pertumbuhan yang terdiri atas persiapan bak fiber kapasitas 1.5 ton air sebanyak 9 buah, persiapan hewan uji (benih ikan nila biru, srikandi dan nirwana dengan rerata bobot 0.32 ± 0.14 g/ekor dan panjang 2.1 ± 0.32 cm/ekor), benih ditebar dengan kepadatan 200 ekor/bak. Pembuatan pakan uji dilakukan dengan mencampurkan pakan komersial berkadar protein 40% dengan rElGH dosis 2 mg/kg yang sudah dilarutkan dalam 15 mL PBS dicampur dengan 2 mg kuning telur ayam untuk 100 g pakan. Pakan mengandung rElGH diberikan dua hari sekali, selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali sehari (pagi, siang dan sore) secara at satiation (sampai kenyang). Efektivitas pemberian rElGH dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila ditentukan berdasarkan pertambahan bobot rata-rata (W), laju pertumbuhan harian (LPH), dan sintasan. Analisis proksimat daging dilakukan setelah 50 hari pemeliharaan. Pada tahap kedua dilakukan uji tantang terhadap penyakit streptococcosis dengan menggunakan bakteri S. agalactiae tipe non-hemolitik (NK1) dosis 107 CFU/mL sebanyak 0.1 mL per ekor pada ikan nila biru, srikandi dan nirwana hasil uji pertumbuhan. Sebagai kontrol negatif ikan diinjeksi dengan larutan phosphate buffer saline sebanyak 0.1 mL per ekor. Bakteri S. agalactiae yang digunakan berasal dari koleksi Laboratorium Kesehatan Ikan Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Bogor. Uji tantang penyakit dilakukan selama 30 hari. Efektivitas pemberian rElGH dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh ikan nila ditentukan berdasarkan pengamatan kematian kumulatif, mean time to death (MTD), gambaran darah, dan sebagai data dukung dilakukan pengamatan gejala klinis dan histopatologi pascatantang. Konfirmasi penyebab kematian ikan dilakukan dengan mengisolasi bakteri dari mata, otak, ginjal dan hati, kemudian dikultur dalam media BHIA. Konfirmasi bakteri S. agalactiae dilakukan menggunakan uji katalase dan PCR. Ikan nila yang diberi rElGH menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan tanpa pemberian rElGH, kecuali pada populasi ikan nila biru. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji T terlihat pemberian rElGH memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan bobot tubuh pada ikan nila srikandi, sedangkan pada ikan nila nirwana tidak berpengaruh (P>0.05). Bobot mutlak ikan nila srikandi dan nirwana yang diberi rElGH adalah lebih tinggi (P<0.05) dibandingkan dengan kontrolnya. Hasil ini selaras pula dengan nilai laju pertumbuhan hariannya yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Berbeda dengan kedua varietas tersebut, pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan harian ikan nila biru kontrol lebih tinggi (P<0.05) dibandingkan dengan yang diberi rElGH. Berdasarkan uji statistik, interaksi antara varietas ikan dengan rElGH memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05), baik terhadap panjang standar maupun panjang total ikan pada waktu pemeliharaan 50 hari. Populasi ikan nila biru dan nirwana yang mengonsumsi pakan rElGH memiliki nilai sintasan yang lebih tinggi (81 dan 83%) dibandingkan dengan kontrol, sedangkan pada ikan srikandi antara perlakuan dan kontrol relatif sama. Penambahan rElGH pada pakan ikan nila meningkatkan kadar protein dalam tubuh ikan nila biru dan srikandi, namun tidak terjadi pada ikan nila nirwana. Ikan nila yang mendapatkan perlakuan rElGH pada pakan menunjukkan ketahanan tubuh yang berbeda ketika diuji tantang dengan bakteri S. agalactiae. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa varietas ikan memberikan pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap jumlah kematian ikan akibat infeksi S. agalactiae. Ikan nila nirwana memiliki jumlah kematian yang paling sedikit (P<0.05) dibandingkan dengan ikan nila srikandi dan nila biru. Nilai MTD ikan nila nirwana perlakuan rElGH dan kontrol adalah 174.3 jam dan 217.7 jam. Nilai RPS sebesar 14.26% dan 30.03% pada ikan nila biru dan srikandi pada minggu pertama masa infeksi menunjukkan adanya tingkat ketahanan tubuh yang lebih baik pada ikan yang mengonsumsi pakan dengan tambahan rElGH dibandingkan dengan kontrol. Sebagai kesimpulan, varietas ikan nila sangat mempengaruhi efektivitas pemberian rElGH dalam memacu pertumbuhan dan imunitasnya. Pemberian pakan dengan rElGH dosis 2 mg/kg selama dua minggu mampu meningkatkan performa pertumbuhan dan respons imunitas terhadap infeksi bakteri S. agalactiae pada ikan nila srikandi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFisheriesid
dc.subject.ddcFish breedingid
dc.titlePemberian Hormon Pertumbuhan Rekombinan Ikan Kerapu Kertang Terhadap Respons Pertumbuhan Dan Imunitas Tiga Varietas Ikan Nila. Dibimbingid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subject.keywordproksimatid
dc.subject.keywordimunitasid
dc.subject.keywordrElGHid
dc.subject.keywordStreptococcus agalactiaeid
dc.subject.keywordvarietas ikan nilaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record