| dc.description.abstract | Ikan nila Oreochromis niloticus merupakan komoditas budidaya andalan di
Indonesia dan dunia, dengan produksi global sebesar 4.85 juta ton pada tahun
2014. Peningkatan produksi dapat ditempuh dengan berbagai cara, salah satu
alternatif cara yang digunakan adalah dengan aplikasi bioteknologi. Penelitian ini
bertujuan mengevaluasi penambahan hormon pertumbuhan rekombinan ikan
kerapu kertang (rElGH) dalam pakan terhadap performa pertumbuhan dan
imunitas tiga varietas ikan nila terhadap infeksi bakteri Streptococcus agalactiae.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2013 sampai Agustus 2014
bertempat di hatchery komoditas ikan nila dan Laboratorium Genetika, Balai
Penelitian Pemuliaan Ikan, Sukamandi.
Penelitian ini terdiri atas dua tahap. Pada tahap pertama dilakukan uji
pertumbuhan yang terdiri atas persiapan bak fiber kapasitas 1.5 ton air sebanyak 9
buah, persiapan hewan uji (benih ikan nila biru, srikandi dan nirwana dengan
rerata bobot 0.32 ± 0.14 g/ekor dan panjang 2.1 ± 0.32 cm/ekor), benih ditebar
dengan kepadatan 200 ekor/bak. Pembuatan pakan uji dilakukan dengan
mencampurkan pakan komersial berkadar protein 40% dengan rElGH dosis 2
mg/kg yang sudah dilarutkan dalam 15 mL PBS dicampur dengan 2 mg kuning
telur ayam untuk 100 g pakan. Pakan mengandung rElGH diberikan dua hari
sekali, selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali sehari (pagi, siang dan sore)
secara at satiation (sampai kenyang). Efektivitas pemberian rElGH dalam
meningkatkan pertumbuhan ikan nila ditentukan berdasarkan pertambahan bobot
rata-rata (W), laju pertumbuhan harian (LPH), dan sintasan. Analisis proksimat
daging dilakukan setelah 50 hari pemeliharaan.
Pada tahap kedua dilakukan uji tantang terhadap penyakit streptococcosis
dengan menggunakan bakteri S. agalactiae tipe non-hemolitik (NK1) dosis 107
CFU/mL sebanyak 0.1 mL per ekor pada ikan nila biru, srikandi dan nirwana hasil
uji pertumbuhan. Sebagai kontrol negatif ikan diinjeksi dengan larutan phosphate
buffer saline sebanyak 0.1 mL per ekor. Bakteri S. agalactiae yang digunakan
berasal dari koleksi Laboratorium Kesehatan Ikan Balai Penelitian Perikanan Air
Tawar Bogor. Uji tantang penyakit dilakukan selama 30 hari. Efektivitas
pemberian rElGH dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh ikan nila ditentukan
berdasarkan pengamatan kematian kumulatif, mean time to death (MTD),
gambaran darah, dan sebagai data dukung dilakukan pengamatan gejala klinis dan
histopatologi pascatantang. Konfirmasi penyebab kematian ikan dilakukan dengan
mengisolasi bakteri dari mata, otak, ginjal dan hati, kemudian dikultur dalam
media BHIA. Konfirmasi bakteri S. agalactiae dilakukan menggunakan uji
katalase dan PCR.
Ikan nila yang diberi rElGH menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik
dibandingkan dengan tanpa pemberian rElGH, kecuali pada populasi ikan nila
biru. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji T terlihat pemberian rElGH
memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan bobot tubuh pada ikan nila
srikandi, sedangkan pada ikan nila nirwana tidak berpengaruh (P>0.05). Bobot
mutlak ikan nila srikandi dan nirwana yang diberi rElGH adalah lebih tinggi
(P<0.05) dibandingkan dengan kontrolnya. Hasil ini selaras pula dengan nilai laju
pertumbuhan hariannya yang lebih tinggi dibandingkan kontrol. Berbeda dengan
kedua varietas tersebut, pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan harian ikan
nila biru kontrol lebih tinggi (P<0.05) dibandingkan dengan yang diberi rElGH.
Berdasarkan uji statistik, interaksi antara varietas ikan dengan rElGH memberikan
pengaruh yang nyata (P<0.05), baik terhadap panjang standar maupun panjang
total ikan pada waktu pemeliharaan 50 hari. Populasi ikan nila biru dan nirwana
yang mengonsumsi pakan rElGH memiliki nilai sintasan yang lebih tinggi (81 dan
83%) dibandingkan dengan kontrol, sedangkan pada ikan srikandi antara
perlakuan dan kontrol relatif sama. Penambahan rElGH pada pakan ikan nila
meningkatkan kadar protein dalam tubuh ikan nila biru dan srikandi, namun tidak
terjadi pada ikan nila nirwana.
Ikan nila yang mendapatkan perlakuan rElGH pada pakan menunjukkan
ketahanan tubuh yang berbeda ketika diuji tantang dengan bakteri S. agalactiae.
Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa varietas ikan memberikan
pengaruh yang nyata (P<0.05) terhadap jumlah kematian ikan akibat infeksi S.
agalactiae. Ikan nila nirwana memiliki jumlah kematian yang paling sedikit
(P<0.05) dibandingkan dengan ikan nila srikandi dan nila biru. Nilai MTD ikan
nila nirwana perlakuan rElGH dan kontrol adalah 174.3 jam dan 217.7 jam. Nilai
RPS sebesar 14.26% dan 30.03% pada ikan nila biru dan srikandi pada minggu
pertama masa infeksi menunjukkan adanya tingkat ketahanan tubuh yang lebih
baik pada ikan yang mengonsumsi pakan dengan tambahan rElGH dibandingkan
dengan kontrol.
Sebagai kesimpulan, varietas ikan nila sangat mempengaruhi efektivitas
pemberian rElGH dalam memacu pertumbuhan dan imunitasnya. Pemberian
pakan dengan rElGH dosis 2 mg/kg selama dua minggu mampu meningkatkan
performa pertumbuhan dan respons imunitas terhadap infeksi bakteri S. agalactiae
pada ikan nila srikandi. | id |