Show simple item record

dc.contributor.advisorSopandie, Didy
dc.contributor.advisorArdie, Sintho Wahyuning
dc.contributor.authorWulandari, Lara
dc.date.accessioned2016-03-24T01:33:53Z
dc.date.available2016-03-24T01:33:53Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/79728
dc.description.abstractPemahaman mengenai mekanisme toleransi sorgum [Sorghum bicolor (L.) Moench] terhadap toksisitas besi sangat diperlukan untuk mendukung program pemuliaan sorgum toleran di lahan masam dimana toksisitas besi banyak dijumpai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh sejumlah materi genetik sorgum yang toleran dan peka terhadap toksisitas besi dan memperoleh konsentrasi besi yang dapat menyeleksi genotipe toleran dan peka. Penelitian ini terdiri atas 2 percobaan. Percobaan pertama bertujuan untuk mempelajari respon tanaman sorgum terhadap toksisitas besi dan percobaan kedua bertujuan untuk mempelajari konsentrasi Fe yang mampu menyeleksi sorgum genotipe toleran dan peka. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan (240 mdpl) pada bulan April sampai dengan Juni 2015. Percobaan 1 disusun berdasarkan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi Fe2+ menggunakan FeSO4.7H2OEDTA yang terdiri atas 5 taraf yakni 0, 200, 400, 600 dan 800 ppm. Faktor kedua adalah genotipe sorgum terdiri atas Numbu, Mandau, ZH 30-29-07, B-69 dan B- 75. Bibit genotipe Numbu, Mandau, ZH 30-29-07, B-69 dan B-75 ditanam secara hidroponik dalam kultur hara selama 21 hari. Hasil percobaan 1 menunjukkan bahwa konsentrasi Fe di atas 200 ppm menyebabkan pertumbuhan semua genotipe terhambat dan mati karena toksisitas Fe. Keragaan tanaman sorgum Numbu pada kondisi tercekam Fe paling besar berdasarkan variabel pertumbuhan yang diamati dibandingkan genotipe lainnya. Percobaan 2 disusun berdasarkan rancangan kelompok lengkap teracak dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi Fe2+ menggunakan FeSO4.7H2O.EDTA yang terdiri atas 5 taraf yakni 0, 50,100,150,200 ppm. Faktor kedua adalah genotipe sorgum terdiri atas Numbu, ZH 30-29-07 dan B-69. Hasil percobaan 2 menunjukkan bahwa variabel panjang akar, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar dapat dijadikan sebagai karakter seleksi sorgum pada kondisi toksisitas Fe. Konsentrasi 200 ppm merupakan konsentrasi yang mampu digunakan untuk seleksi toleransi genotipe sorgum terhadap toksisitas Fe berdasarkan hasil analisis Reduction Concentration 50 (RC50) terhadap variabel panjang akar, bobot basah tajuk dan akar, bobot kering tajuk dan akar. Genotipe Numbu merupakan genotipe yang memiliki toleransi terhadap toksisitas Fe yang paling baik dibandingkan dua genotipe lainnya, sedangkan genotipe ZH 30-29-07 merupakan genotipe dengan toleransi yang paling rendah berdasarkan variabel pertumbuhan dan skoring gejala bronzing yang diamati.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcSorghumid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titleRespon Fisiologi Dan Pertumbuhan Beberapa Genotipe Sorgum (Sorghum Bicolor (L.) Moench) Terhadap Toksisitas Fe Pada Kultur Haraid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordgenotipe sorgumid
dc.subject.keywordkonsentrasi Feid
dc.subject.keywordtoksisitas besiid
dc.subject.keywordvariabel fisiologiid
dc.subject.keywordvariable pertumbuhanid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record