Show simple item record

dc.contributor.advisorSamosir, Agustinus M
dc.contributor.advisorWardiatno, Yusli
dc.contributor.authorNur’aini, Annisa
dc.date.accessioned2016-03-22T06:31:10Z
dc.date.available2016-03-22T06:31:10Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/79606
dc.description.abstractKepiting bakau (Scylla serrata) merupakan organisme perairan yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove. Penelitian dilaksanakan di Pabean Ilir dan Pagirikan dengan tujuan untuk mengestimasi pertumbuhan, produktivitas sekunder dan produktivitas tangkapan kepiting bakau di dua lokasi yang memiliki kondisi mangrove berbeda. Observasi dilaksanakan selama tiga bulan sejak Agustus hingga Oktober 2014. Hasil nilai b dan faktor kondisi menunjukkan kepiting bakau di Pabean Ilir memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan di Pagirikan. Hasil analisis produktivitas sekunder di Pabean Ilir cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Pagirikan di Pabean Ilir dan Pagirikan sebesar 13,9290 g.m-2.tahun-1 dan 11,8415 g.m-2.tahun-1. Biomassa di Pabean ilir dan Pagirikan adalah 1,08 g.m-2 dan 1,03 g.m-2. Rasio P/B di Pabean Ilir dan Pagirikan sebesar 12,85 dan 11,48. Hasil ini berbeda dengan produktivitas tangkapan. Rata-rata produktivitas tangkapan di Pabean Ilir sebesar 24 g.m- 2.tahun-1, sedangkan di Pagirikan sebesar 47 g.m-2.tahun-1. Hasil tabel sidik ragam (ANOVA) single factor menunjukkan habitat dan lokasi tidak berbeda nyata terhadap hasil tangkapan harian kepiting bakau. Kata kunci: Delta cimanuk, kepiting bakau, pertumbuhan, produktivitas sekunder.Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan organisme perairan yang berasosiasi dengan ekosistem mangrove. Penelitian dilaksanakan di Pabean Ilir dan Pagirikan dengan tujuan untuk mengestimasi pertumbuhan, produktivitas sekunder dan produktivitas tangkapan kepiting bakau di dua lokasi yang memiliki kondisi mangrove berbeda. Observasi dilaksanakan selama tiga bulan sejak Agustus hingga Oktober 2014. Hasil nilai b dan faktor kondisi menunjukkan kepiting bakau di Pabean Ilir memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan di Pagirikan. Hasil analisis produktivitas sekunder di Pabean Ilir cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Pagirikan di Pabean Ilir dan Pagirikan sebesar 13,9290 g.m-2.tahun-1 dan 11,8415 g.m-2.tahun-1. Biomassa di Pabean ilir dan Pagirikan adalah 1,08 g.m-2 dan 1,03 g.m-2. Rasio P/B di Pabean Ilir dan Pagirikan sebesar 12,85 dan 11,48. Hasil ini berbeda dengan produktivitas tangkapan. Rata-rata produktivitas tangkapan di Pabean Ilir sebesar 24 g.m- 2.tahun-1, sedangkan di Pagirikan sebesar 47 g.m-2.tahun-1. Hasil tabel sidik ragam (ANOVA) single factor menunjukkan habitat dan lokasi tidak berbeda nyata terhadap hasil tangkapan harian kepiting bakau.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.titlePertumbuhan Dan Produktivitas Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Di Perairan Delta Cimanuk, Indramayu, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordDelta cimanukid
dc.subject.keywordkepiting bakauid
dc.subject.keywordpertumbuhanid
dc.subject.keywordproduktivitas sekunderid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record