Show simple item record

dc.contributor.advisorKawaroe, Mujizat
dc.contributor.advisorSatrija, Fadjar
dc.contributor.authorFaisal, Muhammad Reza
dc.date.accessioned2016-03-10T02:55:15Z
dc.date.available2016-03-10T02:55:15Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/79132
dc.description.abstractPemanfaatan senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh spons laut telah dibuktikan dapat digunakan sebagai obat-obatan. Salah satu pemanfaatan bioaktif yang dihasilkan oleh spons adalah sebagai antelmintka. Infeksi yang disebabkan oleh cacing Trichostrongylidae (nematoda) menyebabkan kerugian terhadap domba. Telah diketahui terdapat resistensi pada Trichostrongylidae terhadap antelmintika. Dengan demikian dibutuhkan antelmintika alternatif alami yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Spons memiliki simbion mikroorganisme seperti bakteri yang terdapat di dalam tubuhnya. Telah diketahui bahwa bakteri simbion dapat menghasilkan senyawa bioaktif yang serupa dengan inangnya. Hal ini efektif digunakan sehingga dapat menghindari eksploitasi terhadap spons di dalam. Pemanfaatan bakteri simbion spons diduga memiliki potensi bioaktif sebagai antelmintika terhadap cacing Trichostrongylidae (Nematoda). Tujuan penelitian ini adalah menentukkan aktivitas ekstrak bakteri simbion spons laut sebagai antelmintika terhadap larva nematoda parasit domba. Isolat bakteri simbion spons terbaik dapat ditentukan sebagai antelmintika larva nematoda parasit pada domba. Metode dalam penelitian ini yaitu dimulai dengan karakterisasi morfologi koloni bakteri, pengamatan kurva pertumbuhan bakteri, ekstraksi bakteri, uji kandungan fitokimia, uji toksisitas Brain Shrimp Lethality Test (BSLT), uji hambatan migrasi larva nematoda. Bakteri simbion spons yang digunakan dalam penelitian ini yaitu S1 dan S2 yang merupakan bakteri yang berasosiasi dengan spons Spirastrella sp. dan Plakinastrella sp. Isolat S1 dan S2 merupakan golongan bakteri Gram positif dengan fase stasioner pertumbuhan pada jam ke 42 untuk S1 dan jam ke-48 untuk S2. Ekstraksi bahan bioaktif yang berasal dari bakteri diekstrak menggunakan pelarut metanol. Rendemen ekstrak metanol yang berasal dari bakteri menghasilkan jumlah rendemen 0.015% dan 0.02%. Ekstrak S1 dan S2 memiliki golongan senyawa triterpenoid. Golongan senyawa flavonoid hanya teridentifikasi pada ekstrak S1. Ekstrak S1 dan S2 memiliki kandungan toksisitas dengan nilai LC50 69.38 μg.ml-1 dan 58.48 μg.m-1. Uji hambatan migrasi terhadap larva nematoda memiliki potensi dengan nilai LC50 165.63 μg.ml-1 dan 374.91 μg.ml-1. Kedua isolat dapat dibuktikan memiliki toksisitas terhadap larva A. salina dan larva nematoda Trichostrongylidae walaupun perlakuan kontrol positif dengan menggunakan albendazol memiliki nilai hambat yang tertinggi dibandingkan kedua esktrak isolat bakteri simbion.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFisheriesid
dc.subject.ddcSpongesid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePotensi Ekstrak Bioaktif Bakteri Simbion Spons Spirastrella Sp Dan Plakinastrella Sp Sebagai Antelmintika Terhadap Cacing Trichostrongylidae Parasit Domba.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordsponsid
dc.subject.keywordSpirastrella spid
dc.subject.keywordPlakinastrela spid
dc.subject.keywordbakteri simbionid
dc.subject.keywordantelmintikaid
dc.subject.keywordlarva Trichostrongylidaeid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record