Show simple item record

dc.contributor.advisorNoor, Erliza
dc.contributor.advisorYani, Mohammad
dc.contributor.authorHasiany, Sillak
dc.date.accessioned2016-03-01T04:10:17Z
dc.date.available2016-03-01T04:10:17Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/78875
dc.description.abstractAir terproduksi merupakan limbah cair utama dari proses produksi migas, memiliki komposisi senyawa yang kompleks dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan apabila tidak dikelola. Produksi bersih merupakan suatu proses terintegrasi yang berupa strategi pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Pendekatan produksi bersih dilakukan dengan peningkatan efisiensi proses produksi, penggunaan teknik-teknik daur ulang dan pakai ulang, kemungkinan substitusi bahan baku yang lebih ekonomis dan tidak berbahaya serta perbaikan sistem operasi dan prosedur kerja. Penerapan produksi Produksi bersih pada industri dapat dilakukan dengan aplikasi minimasi limbah dan teknologi bersih. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1)mengidentifikasi proses air produksi dari awal terbentuk sampai dengan pembuangannya di Perusahaan X ; (2)mengidentifikasi upaya produksi bersih yang telah dilakukan dalam pengelolaan limbah air terproduksi; (3)menawarkan solusi atau rencana alternatif dalam konsep produksi bersih untuk pengelolaan limbah air terproduksi. Penelitian ini menggabungkan dua metode penelitian yaitu kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dengan melakukan Quick Scan, analisis peluang produksi bersih dievaluasi dari kemungkinan pengurangan limbah langsung pada sumber, kemungkinan pemanfaatan serta pencegahan pencemaran limbah, evaluasi lingkungan dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa air terproduksi merupakan limbah cair terbesar yang dihasilkan dari proses produksi minyak dan gas bumi. Jumlah air terproduksi yang besar harus dikelola agar tidak merugikan baik bagi perusahaan maupun lingkungan, Salah satu metode yang dapat digunakan adalah dengan pendekatan teknologi produksi bersih. Teknologi alternatif produksi bersih yang dapat digunakan diantaranya adalah teknologi reinjeksi, Air Gap Membrane Distillation (AGMD), Waste stabilisation ponds (WSPs), membrane bioreactor (MBR), microelectrolysis dikombinasikan dengan anaerobik proses, electrocoagulation pretreatment dikombinasikan dengan Reverse Osmosis membranes. yang menguntungkan dari segi ekonomi dan lingkungan. Rekomendasi para ahli dengan menggunakan AHP menghasilkan tiga kriteria dalam memilih teknoloogi produksi bersih yang dapat diterapkan perusahaan. Tiga criteria tersebut adalah kemudahan operasional, manfaat yang diambil, dan daya tampung lingkungan. Perusahaan memilih cara reinjeksi dan praktek Good Housekeeping untuk mengelola air terproduksi yang dihasilkanid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcEnvironmentid
dc.subject.ddcCleaner productionid
dc.subject.ddc2015id
dc.titlePenerapan Produksi Bersih Untuk Penanganan Air Terproduksi Di Industri Minyak Dan Gas.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordair terproduksiid
dc.subject.keywordindustri migasid
dc.subject.keywordproduksi bersihid
dc.subject.keywordsumur injeksiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record