Show simple item record

dc.contributor.advisorEstuningsih, Sri
dc.contributor.advisorDarusman, Huda Shalahudin
dc.contributor.authorAriyani, Ririn
dc.date.accessioned2016-01-20T02:39:28Z
dc.date.available2016-01-20T02:39:28Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/77794
dc.description.abstractPretreatment diperlukan sebagai proses standardisasi hewan laboratorium, dalam hal ini adalah mencit (Mus musculus), untuk penelitian biomedis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai efek penggunaan dua jenis bedding dan mengeksplorasi pola-pola pretreatment dengan pemberian sediaan antiinfeksi. Tiga ekor mencit induk jantan dan 9 ekor betina dari pemasok memperoleh pretreatment dan dipelihara menggunakan bedding kain kaos. Perkawinan 1 jantan dengan 3 betina dilakukan setelah uji TTGT menunjukkan 0 telur cacing cestoda dan nematoda. Mencit betina anakan berjumlah 15 ekor berusia 4 minggu dibagi ke dalam 5 kelompok dan dipelihara menggunakan bedding kain kaos. Kelompok A tidak memperoleh pretreatment, kelompok C memperoleh antihelmintik (albendazol), kelompok D memperoleh antihelmintik dan antibiotik (azitromisin), kelompok E memperoleh antihelmintik dan antiprotozoa (metronidazol), dan kelompok F memperoleh ketiga sediaan. Kelompok B terdiri atas 3 ekor mencit betina berusia 4 minggu yang diperoleh dari pemasok dan dipelihara menggunakan bedding serutan kayu. Pembagian kelompok dan asal mencit jantan, sama seperti kelompok betina. Kelompok A dan B dibandingkan untuk mencapai tujuan pertama. Hasil terbaik diantara keduanya, yaitu kelompok A, dibandingkan dengan kelompok C, D, E, dan F untuk mencapai tujuan kedua. Hasil tersebut diperoleh berdasarkan pengamatan preparat histopatologi organ limfoid mencit, yaitu timus, limpa, dan limfonodus. Variabel pengamatan ketiga organ limfoid berbeda-beda berdasarkan morfologinya. Sediaan diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Seluruh kegiatan pretreatment berlangsung selama 25 hari. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan bedding kain kaos mampu mencegah re-infeksi patogen lingkungan, seperti kecacingan dan meminimalisir infeksi patogen alami yang berada di dalam tubuh mencit. Bedding kain kaos mampu mencegah dan mengurangi gangguan kesehatan akibat penggunaan bedding serutan kayu, seperti iritasi saluran pernapasan atas. Sediaan antiinfeksi menyebabkan perubahan nilai kepadatan sel limfosit pada pusat-pusat folikel organ limfoid. Kelompok mencit jantan memberikan respon morfologi dan fungsi organ limfoid lebih baik terhadap sediaan antiinfeksi dibandingkan mencit betina. Mencit kelompok C memiliki nilai kepadatan sel limfosit paling mendekati kelompok A. Oleh karena itu, pretreatment dengan kedua sediaan tersebut dinilai paling ideal untuk digunakan dalam penelitian biomedis dengan acuan perubahan mikroskopis pada organ limfoid.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultral University (IPB)id
dc.subject.ddcZoologyid
dc.subject.ddcmICEid
dc.titleStudi Histopatologi Organ Limfoid Mencit (Mus Musculus) Dengan Pretreatment Untuk Penyiapan Hewan Penelitian Bidang Biomedisid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordmencitid
dc.subject.keywordpretreatmentid
dc.subject.keywordtimusid
dc.subject.keywordlimpaid
dc.subject.keywordlimfonodusid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record