Show simple item record

dc.contributor.advisorMaryana, Nina
dc.contributor.advisorMaryana, Nina
dc.contributor.advisorRauf, Aunu
dc.contributor.authorKaryani, Rani Dessy
dc.date.accessioned2015-12-21T09:24:56Z
dc.date.available2015-12-21T09:24:56Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/77086
dc.description.abstractParasitoid Anagyrus lopezi De Santis (Hymenoptera: Encyrtidae) diintroduksikan dari Thailand ke Indonesia pada awal tahun 2014, dengan maksud untuk mengendalikan hama baru pada tanaman ubi kayu yaitu kutu putih Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero (Hemiptera: Pseudococcidae). Sebagai bagian dari prosedur karantina terhadap pemasukan agens hayati ke Indonesia, perlu dilakukan uji keamanan hayati agar parasitoid tersebut tidak menimbulkan dampak buruk terhadap spesies bukan sasaran. Penelitian bertujuan mempelajari kesesuaian parasitoid A. lopezi terhadap empat spesies kutu putih yaitu P. manihoti, Paracoccus marginatus Williams-Granara de Willink, Pseudococcus jackbeardsleyi Gimpel-Miller, dan Ferrisia virgata Cockerell (Hemiptera: Psedococcidae). Keempat spesies kutu putih ini umum dijumpai menyerang tanaman ubi kayu di Indonesia. Penelitian mencakup uji kerentanan inang, preferensi inang, dan kesesuaian inang. Pada uji kerentanan inang, seekor imago parasitoid dipaparkan pada 10 ekor nimfa instar III dari setiap spesies kutu putih di dalam cawan petri selama 30 menit. Pada uji preferensi inang, seekor imago betina parasitoid dipaparkan pada 5 ekor nimfa instar III P. manihoti yang dipasangkan dengan 5 ekor nimfa instar III spesies kutu putih bukan sasaran dan diamati selama 30 menit. Pengamatan meliputi frekuensi penemuan inang, penyelidikan ovipositor, pengisapan inang, dan banyaknya telur yang diletakkan pada masing-masing spesies kutu putih. Pada uji kesesuaian inang, tiga ekor imago betina parasitoid dipaparkan pada 30 ekor nimfa instar III dari masing-masing spesies kutu putih selama 24 jam. Masa perkembangan pradewasa parasitoid dan banyaknya parasitoid yang muncul dicatat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pada uji kerentanan inang, parasitoid A. lopezi lebih sering mengunjungi P. manihoti (13.70±7.18 kali) daripada P. marginatus (9.85±10.24 kali), P. jackbeardsleyi (6.60±3.62 kali), dan F. virgata (5.75±4.09 kali). Begitu pula penyelidikan ovipositor lebih banyak terjadi pada P. manihoti (8.20±5.68 kali), dibandingkan pada P. marginatus (0.70±1.84 kali), P. jackbeardsleyi (0.35±0.68 kali), dan F. virgata (0.10±0.45 kali). Pada uji preferensi, parasitoid lebih banyak melakukan penemuan inang dan penyelidikan ovipositor pada P. manihoti dibandingkan pada spesies kutu putih lainnya. Pada uji kesesuaian inang, dari empat spesies kutu putih yang diuji, hanya P. manihoti yang merupakan inang yang sesuai bagi kehidupan parasitoid, dengan rataan banyaknya imago parasitoid yang muncul 7.40±2.17 individu. Tingkat kekhususan inang yang diperlihatkan oleh parasitoid A. lopezi dapat menghindari terjadinya pengaruh buruk pada spesies kutu putih lain yang menghuni pertanaman singkong.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEntomologyid
dc.subject.ddcHymenopteraid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBogor-Jawa Baratid
dc.titlePengujian Kesesuaian Inang Parasitoid Anagyrus Lopezi De Santis (Hymenoptera: Encyrtidae) Terhadap Kutu Putih Yang Berasosiasi Dengan Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz).id
dc.subject.keywordkekhususan inangid
dc.subject.keywordpenemuan inangid
dc.subject.keywordpenyelidikan ovipositorid
dc.subject.keywordPhenacoccus manihotiid
dc.subject.keywordsingkongid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record