Show simple item record

dc.contributor.advisorMarimin
dc.contributor.advisorSuprayitno, Gendut
dc.contributor.authorPermana, Asep Indra Sukendar
dc.date.accessioned2015-11-17T03:13:41Z
dc.date.available2015-11-17T03:13:41Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/76686
dc.description.abstractSektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) memiliki peran penting bagi perekonomian wilayah, walaupun IKM masih memiliki persoalan kompleks. Keunggulan kompetitif sektor IKM harus dibangun sesuai dengan karakter resilien agar dapat berdaya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas wilayah pengembangan IKM, pelaku usaha resilien komoditas unggul, prioritas strategi pengembangan IKM serta menyusun implementasi strategi. Metode yang digunakan adalah Location Quotient (LQ), Bayes, Analytical Hierarchy Process (AHP), Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) dan I’SWOT yakni integrasi antara analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats (SWOT) dengan Interpretative Structural Modeling (ISM).Hasil perhitungan metode Bayes menunjukan, Pangalengan memiliki potensi sumber daya lokal paling tinggi sehingga terpilih sebagai wilayah prioritas pengembangan IKM. Hasil perhitungan MPE menunjukan, Pangalengan memiliki komoditas unggul di sektor pertanian hal ini ditunjukan oleh 4 besar prioritas komoditas industri berasal dari sektor pertanian, sedangkan pelaku usaha resilien terpilih adalah industri pengolahan makanan ringan (kue Pia Kawitan). Penentuan pelaku usaha resilien ini berfungsi sebagai acuan untuk menghela sektor industri mikro kecil, yang diuraikan dalam bentuk model strategi pengembangan IKM. Hasil pengolahan data menunjukan posisi strategi mendukung turn around, yaitu berada pada kuadran III. Model pengembangan IKM yang terbentuk terdiri dari enam kelompok meliputi tujuan, kriteria, aktor, pendorong strategi, penghambat strategi dan alternatif strategi. Hasil perhitungan ANP menunjukan, pelatihan manajemen usaha sebagai strategi prioritas dengan aktor pengembangan yang paling berperan adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung.id
dc.language.isoidid
dc.subject.ddcEconomicsid
dc.subject.ddcSmall-sclae industryid
dc.subject.ddc2015id
dc.subject.ddcBandung-Jawa Baratid
dc.titlePerumusan Strategi Resiliensi Pelaku Usaha dan Daya Saing Industri Kecil Menengah Berbasis Sumber Daya Lokalid
dc.subject.keywordstrategi pengembangan daya saingid
dc.subject.keywordIKM resilienid
dc.subject.keywordsumber dayaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record