View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Model Spasial Bahaya Lahan Kritis di Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (7.488Mb)
      Date
      2015
      Author
      Kubangun, Siti Hadjar
      Haridjaja, Oteng
      Gandasasmita, Komarsa
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pemanfaatan lahan dapat mengakibatkan proses degradasi, jika melampaui kemampuannya. Hal tersebut jika dibiarkan akan mengakibatkan lahan kritis. Dampak lahan kritis adalah menghasilkan lahan yang mengalami penurunan kualitas sifat-sifat tanah, selain menurunkan fungsi konservasi, produksi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Pengkajian lahan kritis dinilai sangat penting dilakukan untuk kepentingan masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah guna mitigasi bahaya lahan kritis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memilih parameter lahan kritis, (2) memetakan distribusi dan tingkat bahaya lahan kritis pada skala Meso (menengah), (3) pemodelan spasial perubahan penutupan/penggunaan lahan, untuk memprediksi bahaya lahan kritis ke depan. Berdasarkan tujuan tersebut, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) pemilihan parameter lahan kritis berdasarkan dominasi kriteria dari beberapa dipublikasi oleh peneliti dan lembaga sebelumnya, (2) mengoverlay parameter-parameter lahan kritis tersebut dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memperoleh peta lahan kritis (3) pemodelan spasial perubahan lahan dengan metode Artificial Neural Network (ANN). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa parameter terpilih untuk menilai lahan kritis terdiri atas: indeks penutup/penggunaan lahan, kerapatan vegetasi, dan bahaya erosi. Lahan kritis di daerah penelitian, didominasi oleh tingkat kerusakan kelas sedang. Lahan-lahan yang tergolong kritis di daerah penelitian mencakup daerah dengan kemiringan >25% dengan penutupan/ penggunaan lahan yang telah terkonversi sehingga mengakibatkan tingginya laju erosi. Faktor utama penyebab konversi lahan adalah meningkatnya kepadatan penduduk yang disebabkan oleh tingginya kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Selain kepadatan penduduk, kemiringan lereng, jarak dari jalan dan permukiman juga menjadi faktor penyebab konversi lahan. Upaya pemanfaatan lahan sebaiknya didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan sosial dan ekonomi, namun juga berorientasi pada lingkungan yang berkelanjutan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/74853
      Collections
      • MT - Agriculture [3999]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository