Dampak Penebangan dan Penyaradan di Hutan Produksi Terbatas terhadap Erosi Tanah, Keadaan Iklim Mikro serta Permudaan Alam
Date
1996Author
Idris, Maman Mansyur
Soerianegara, Ishemat
Rozari, M. Blantran de
Hardjowigeno, Sarwono
Wiradinata, Sanusi
Fakuara, M. Yahya
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari kegiatan penebangan dan penyaradan di hutan produksi terbatas terhadap erosi tanah yang terjadi pada bekas jalan sarad, keadaan iklim mikro serta permudaan alam guna mengarahkan upaya yang perlu dilakukan untuk menekan kerusakan lingkungan hutan akibat eksploitasi hutan, agar pemanfaatan hutan produksi alam yang berkelanjutan dapat tercapai. Penelitian dilaksanakan di areal kerja HPH PT. Indexim Utama Corp., blok tebangan 1993/1994 dan 1988/1989, RKL IV dan III tahun pertama, dari bulan September sampai dengan Oktober 1993.
di-Untuk mengetahui kondisi penyebab dampak yang diamati, lakukan pengamatan terhadap pelaksanaan penebangan dan penyaradan pada 10 petak contoh berukuran masing-masing 1 ha (100 m X 100 m) yang ditempatkan secara purposive pada satu petak tebang berukuran 100 ha (1 km x 1 km). Pengamatan dilakukan dengan cara skoring terhadap 11 elemen kerja penebangan dan penyaradan yang tercantum dalam Pedoman dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Sistem Silvikultur TPTI tahun 1989. Keterandalan cara pengumpulan data diuji dengan rumus korelasi product moment, sedangkan skoring hasil pengamatannya diuji dengan uji hipotesis 2.
Penelitian erosi tanah dilakukan dengan cara membandingkan erosi tanah yang terjadi pada bekas jalan sarad di hutan bekas tebangan umur 1 bulan dan 5 tahun, serta di hutan perawan sebagai kontrol. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis kovariansi.
Penelitian perubahan iklim mikro dilakukan dengan cara membandingkan keadaan suhu dan kelembaban udara pada lapisan tajuk, lapisan batang dan 5 cm di atas permukaan tanah serta suhu tanah dan intensitas radiasi matahari yang mencapai lantai hutan; antara hutan perawan, hutan bekas tebangan umur 1 bulan dan hutan bekas tebangan umur 5 tahun. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis grafis time series.
Penelitian keadaan permudaan alam dilakukan dengan cara membandingkan tingkat semai, pancang, tiang dan juga pohon antara hutan perawan, hutan bekas tebangan umur 1 bulan dan hutan bekas tebangan umur 5 tahun. Data hasil pengamatan dianalisis secara tabulasi berdasarkan kerapatan seluruh jenis, jumlah jenis, Indeks Nilai Penting dan persen kehadiran.
Collections
- DT - Forestry [361]


