Show simple item record

dc.contributor.advisorMartasuganda, Sulaeman
dc.contributor.advisorSimbolon, Domu
dc.contributor.advisorPurbayanto, Ari
dc.contributor.authorMatrutty, Delly Dominggas Paulina
dc.date.accessioned2014-10-29T01:57:30Z
dc.date.available2014-10-29T01:57:30Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/69886
dc.description.abstractSumberdaya ikan kakap merah sub family Etelinae merupakan salah satu komoditi ekspor dengan nilai komersil yang tinggi karena kualitas daging serta cita rasa yang enak sehingga sangat digemari oleh masyarakat di tingkat lokal, regional maupun internasional. Jenis komoditas ini dikenal juga sebagai objek wisata pancing yang sering menjadi sasaran penangkapan oleh nelayan-nelayan rekreasional. Apabila aktivitas penangkapan jenis-jenis ikan ini tidak diatur atau dikelola dengan baik maka dikuatirkan dapat mengancam keberlanjutan sumberdaya tersebut. Kondisi ini lebih diperburuk lagi karena jenis-jenis ikan ini dari sisi biologi memiliki umur panjang namun pertumbuhan lambat, sehingga rentan terhadap penangkapan. Sejak dulu masyarakat di Kepulauan Lease telah memanfaatakan jenis-jenis ikan kakap merah (sub family Etelinae) secara turun- temurun pada daerah penangkapan spesifik yang disebut pasi. Nilai-nilai yang terkandung dalam sistem perikanan pasi diduga mengandung unsur-unsur pengelolaan sumberdaya perikanan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menentukan potensi sumberdaya ikan kakap merah sub famili Etelinae pada pasi di perairan Kepulauan Lease, (2) memetakan profil kondisi oseanografi pada pasi di perairan Kepulauan Lease, (3) merumuskan konsep sistem nilai perikanan pasi, dan (4) menentukan zonasi perikanan pasi bagi kepentingan pengelolaan perikanan kakap merah sub family Etelinae. Pengambilan data untuk menentukan potensi ikan kakap merah meliputi: Target strength (TS), distribusi dan kepadatan ikan menggunakan biosonics, sedangkan jenis, ukuran dan kedalaman ruaya ikan didapatkan melalui observasi dan wawancara dengan nelayan. Data profil kondisi oseanografi meliputi suhu, salinitas, klorofil-a, turbiditas diukur dengan menggunakan CTD (conductivity temperature depth). Sedangkan arah dan kecepatan arus diukur dengan current meter. Sistem nilai perikanan pasi diperoleh melalui diskusi terfokus (focus group discussion), observasi dan wawancara. Zonasi ditentukan berdasarkan hasil analisis potensi, kondisi oseanografi dan sistem nilai perikanan pasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasi merupakan lokasi potensial dari 4 (empat) jenis ikan kakap merah sub famili Etelinae yang disebut bae oleh masyarakat Kepulauan Lease, yakni: (1) bae perempuan (Etelis carbunculus), (1) bae ekor bendera (E. coruscans), (3) bae laki-laki (E. radiosus), dan (4) bae gamuru (Aphareus rutilans). Kisaran ukuran jenis-jenis ikan tersebut bervariasi antara 30-85 cm TL dan terdistribusi pada pasi dengan kedalaman 90-140 m. Standing stock 15425 individu dengan potensi pada tingkat lestari atau MSY 7712 individu/tahun dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) 6170 individu/tahun. Profil kondisi oseanografi dekat dasar pasi yang diukur dengan suhu 25,11- 26,94 C, salinitas 34,29-34,28 psu, klorofil 0,23-0,35 mg/m-3, turbiditas 0,46- 0,64 NTU, dan kecepatan arus 17,13-36,98 cm/det. Parameter-parameter ini berbeda antara satu pasi dengan pasi lainnya. Perbedaan ini disebabkan karena iv letak pasi, kedalaman, perbedaan kontur dasar perairan, pasang surut dan sirkulasi massa air sekitarnya, terutama sirkulasi massa air Laut Banda yang mempengaruhi sebagian besar kawasan perairan ini. Sistem nilai perikanan pasi tersusun dari nilai-nilai yang terpelihara dan mempengaruhi kehidupan nelayan dalam memanfaatkan sumberdaya alam khususnya ikan bae di pasi. Nilai-nilai dimaksud menjadi suatu sistem yang mengarahkan dan memandu tingkah laku nelayan secara spesifik untuk mencapai kepentingan mereka. Sistem nilai perikanan pasi mengandung unsur pengelolaan sumberdaya perikanan yang sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa sistem nilai perikanan pasi merupakan bentuk pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis masyarakat. Sistem perikanan pasi tidak hanya mengandung nilai sosial, tetapi juga mengandung nilai biologi. Sistem perikanan pasi sama dengan sasi yang sudah dikenal sebagai satu bentuk pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis masyarakat di Maluku. Hasil penelitian ini telah mendapatkan zonasi pasi yang meliputi zona lindung 13,13 %, sedangkan sisanya layak untuk ditetapkan sebagai zona perikanan berkelanjutan sub-zona perikanan tangkap 86,86%. Dari zona perikanan berkelanjutan, 57,61 % diantaranya cocok dikembangkan untuk zona pemanfaatan sub zona wisata pancing.
dc.language.isoid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah Berbasis Kearifan Lokal Di Kepulauan Lease Provinsi Malukuen
dc.typeDissertations
dc.subject.keywordred snapperen
dc.subject.keywordpasi, potentialen
dc.subject.keywordvalue systemen
dc.subject.keywordzoningen
dc.subject.keywordLease Islanden


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record