Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Kakap Merah Berbasis Kearifan Lokal Di Kepulauan Lease Provinsi Maluku

View/ Open
Date
2014Author
Matrutty, Delly Dominggas Paulina
Martasuganda, Sulaeman
Simbolon, Domu
Purbayanto, Ari
Metadata
Show full item recordAbstract
Sumberdaya ikan kakap merah sub family Etelinae merupakan salah satu
komoditi ekspor dengan nilai komersil yang tinggi karena kualitas daging serta
cita rasa yang enak sehingga sangat digemari oleh masyarakat di tingkat lokal,
regional maupun internasional. Jenis komoditas ini dikenal juga sebagai objek
wisata pancing yang sering menjadi sasaran penangkapan oleh nelayan-nelayan
rekreasional. Apabila aktivitas penangkapan jenis-jenis ikan ini tidak diatur atau
dikelola dengan baik maka dikuatirkan dapat mengancam keberlanjutan
sumberdaya tersebut. Kondisi ini lebih diperburuk lagi karena jenis-jenis ikan ini
dari sisi biologi memiliki umur panjang namun pertumbuhan lambat, sehingga
rentan terhadap penangkapan. Sejak dulu masyarakat di Kepulauan Lease telah
memanfaatakan jenis-jenis ikan kakap merah (sub family Etelinae) secara turun-
temurun pada daerah penangkapan spesifik yang disebut pasi. Nilai-nilai yang
terkandung dalam sistem perikanan pasi diduga mengandung unsur-unsur
pengelolaan sumberdaya perikanan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menentukan
potensi sumberdaya ikan kakap merah sub famili Etelinae pada pasi di perairan
Kepulauan Lease, (2) memetakan profil kondisi oseanografi pada pasi di perairan
Kepulauan Lease, (3) merumuskan konsep sistem nilai perikanan pasi, dan (4)
menentukan zonasi perikanan pasi bagi kepentingan pengelolaan perikanan kakap
merah sub family Etelinae.
Pengambilan data untuk menentukan potensi ikan kakap merah meliputi:
Target strength (TS), distribusi dan kepadatan ikan menggunakan biosonics,
sedangkan jenis, ukuran dan kedalaman ruaya ikan didapatkan melalui observasi
dan wawancara dengan nelayan. Data profil kondisi oseanografi meliputi suhu,
salinitas, klorofil-a, turbiditas diukur dengan menggunakan CTD (conductivity
temperature depth). Sedangkan arah dan kecepatan arus diukur dengan current
meter. Sistem nilai perikanan pasi diperoleh melalui diskusi terfokus (focus group
discussion), observasi dan wawancara. Zonasi ditentukan berdasarkan hasil
analisis potensi, kondisi oseanografi dan sistem nilai perikanan pasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasi merupakan lokasi potensial dari 4
(empat) jenis ikan kakap merah sub famili Etelinae yang disebut bae oleh
masyarakat Kepulauan Lease, yakni: (1) bae perempuan (Etelis carbunculus), (1)
bae ekor bendera (E. coruscans), (3) bae laki-laki (E. radiosus), dan (4) bae
gamuru (Aphareus rutilans). Kisaran ukuran jenis-jenis ikan tersebut bervariasi
antara 30-85 cm TL dan terdistribusi pada pasi dengan kedalaman 90-140 m.
Standing stock 15425 individu dengan potensi pada tingkat lestari atau MSY 7712
individu/tahun dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) 6170
individu/tahun.
Profil kondisi oseanografi dekat dasar pasi yang diukur dengan suhu 25,11-
26,94 C, salinitas 34,29-34,28 psu, klorofil 0,23-0,35 mg/m-3, turbiditas 0,46-
0,64 NTU, dan kecepatan arus 17,13-36,98 cm/det. Parameter-parameter ini
berbeda antara satu pasi dengan pasi lainnya. Perbedaan ini disebabkan karena
iv
letak pasi, kedalaman, perbedaan kontur dasar perairan, pasang surut dan sirkulasi
massa air sekitarnya, terutama sirkulasi massa air Laut Banda yang
mempengaruhi sebagian besar kawasan perairan ini.
Sistem nilai perikanan pasi tersusun dari nilai-nilai yang terpelihara dan
mempengaruhi kehidupan nelayan dalam memanfaatkan sumberdaya alam
khususnya ikan bae di pasi. Nilai-nilai dimaksud menjadi suatu sistem yang
mengarahkan dan memandu tingkah laku nelayan secara spesifik untuk mencapai
kepentingan mereka. Sistem nilai perikanan pasi mengandung unsur pengelolaan
sumberdaya perikanan yang sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa sistem nilai
perikanan pasi merupakan bentuk pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis
masyarakat. Sistem perikanan pasi tidak hanya mengandung nilai sosial, tetapi
juga mengandung nilai biologi. Sistem perikanan pasi sama dengan sasi yang
sudah dikenal sebagai satu bentuk pengelolaan sumberdaya perikanan berbasis
masyarakat di Maluku. Hasil penelitian ini telah mendapatkan zonasi pasi yang
meliputi zona lindung 13,13 %, sedangkan sisanya layak untuk ditetapkan sebagai
zona perikanan berkelanjutan sub-zona perikanan tangkap 86,86%. Dari zona
perikanan berkelanjutan, 57,61 % diantaranya cocok dikembangkan untuk zona
pemanfaatan sub zona wisata pancing.
Collections
- DT - Fisheries [776]

