Show simple item record

dc.contributor.advisorMuljono, Pudji
dc.contributor.advisorSusanto, Djoko
dc.contributor.authorFebrianis, Irma
dc.date.accessioned2014-08-29T01:50:55Z
dc.date.available2014-08-29T01:50:55Z
dc.date.issued2014
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/69757
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kompetensi guru IPA SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Berbagai program pelatihan yang diselenggarakan belum berdampak nyata terhadap peningkatan kompetensi guru IPA SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Kegagalan program pelatihan disebabkan pelatihan bersifat top downdan tidakdidasarkan pada kebutuhan nyata guru IPA SMP Negeri. Analisis kebutuhan pelatihan harus dilakukan sebelum penyelenggaraan pelatihan untuk menentukan kompetensi yang butuhdiperbaiki melaluipelatihan.Training Needs Analysis(TNA)merupakan metode efektif untuk menganalisis kebutuhan pelatihan guru IPA SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Tujuannya adalah: (1)memetakan tingkat kompetensi aktual guru IPA SMP Negeri di Kota Pekanbaru yang terdiri atas kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, (2) menganalisis bagian-bagian kompetensi guru yangbutuh ditingkatkan melalui pelatihan,(3) menganalisis prioritas kebutuhan pelatihan,dan (4) memberikan rekomendasi metode pelatihanyang efektif untuk meningkatkan kompetensi guru IPA SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui survei, wawancara, dan FGD. Sebanyak 165 dari 213 guru IPA SMP Negeri menyatakan kesediaan sebagai responden. TNA dimulai dengan penilaian kompetensi ideal guru (KIG) dan kompetensi aktual guru (KAG) menggunakan kuesioner yang diadopsi dan dimodifikasi dari Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Analisis kesenjangan kompetensi Guru (KKG) dilakukan dengan membandingkan nilai KIG dan KAG. Apabila nilai KKGlebih besar dari 1, maka terdapat kesenjangan kompetensi yang menunjukkan adanya kebutuhan pelatihan. Penetapan kebutuhan pelatihan dilakukan melalui wawancara tentang faktor penyebab kesenjangan kompetensi. Prioritas pelatihan ditetapkan berdasarkan nilai KKG, jumlah guru (JG) dan persentase guru (PG) yang membutuhkan pelatihan pada kompetensi tertentu. Metode pelatihan efektif diperoleh dari kelompok ahli melalui FGD. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional aktual guru IPA SMP Negeri berada di bawah standar kompetensi ideal. Guru IPA SMP Negeri membutuhkan pelatihan untuk seluruh kompetensi guru.Terdapat 8 prioritas pelatihan peningkatan kompetensi guru IPA SMP Negeri, yaitu: (1) pelatihan teknologi informasi dan komunikasi(TIK/ICT)untuk pembelajaran dan pengembangan diri guru, (2) pelatihan kode etik profesi guru Indonesia, (3) pelatihan penelitian tindakan kelas (PTK), (4) pelatihan teori dan prinsip pembelajaran IPA terpadu, (5) pelatihan kurikulum IPA terpadu, (5) pelatihan psikologi anak, (7) pelatihan komunikasi pendidikan, dan (8) pelatihan kepribadian guru. Metode pelatihan yang efektif untuk pelatihan guru IPA SMP Negeri di Kota Pekanbaru adalahIn House Training (IHT), pelatihan khusus, kursus singkat, dan pembinaan internal.en
dc.language.isoid
dc.titleAnalisis Kebutuhan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru IPA SMP Negeri di Kota Pekanbaruen
dc.subject.keywordkompetensi guru IPAen
dc.subject.keywordanalisis kebutuhan pelatihanen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record