| dc.description.abstract | Belut Sawah (Monopterus albus) tergolong ikan hermaprodit protogini yang pada awal hidupnya berjenis kelamin betina kemudian melalui fase interseks berubah menjadi jantan. Masa diferensiasi menjadi jantan belum diketahui secara pasti sehingga menjadi kendala ketersediaan sinkronisasi kelamin jantan dan betina yang matang untuk proses reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk memaskulinisasi belut sawah menjadi jantan dengan mengevaluasi mekanisme sex reversal. Materi uji yang digunakan adalah belut sawah sebanyak 120 ekor dengan ukuran panjang tubuh 24±2 cm asal Bogor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan. Ikan yang digunakan sebanyak 24 ekor per perlakuan. Induksi pengarahan kelamin jantan dilakukan dengan penyuntikan aromatase inhibitor (AI) menggunakan imidazole pada dosis berbeda (0,001; 0,01; 0,1 mg/kg bobot ikan) dibandingkan dengan perlakuan suhu 32ºC dan NaCl 0,95% sebagai Kontrol. Penyuntikkan AI dilakukan setiap minggu selama empat minggu. Sedangkan perlakuan suhu 32ºC diberikan selama enam minggu. Ikan dipelihara dalam akuarium yang berukuran 80x40x40 cm per perlakuan selama enam minggu. Belut sawah yang diberi perlakuan NaCl dan AI dipelihara pada suhu 28ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aromatase inhibitor meningkatkan konsentrasi testosteron plasma. Perlakuan AI 0,1 mg/kg bobot ikan meningkatkan konsentrasi testosteron yang tertinggi yaitu 1,89 ng/ml pada minggu ke-6 atau tiga kali lipat dibandingkan dengan Kontrol (0,49 ng/ml). Sebaliknya, konsentrasi estradiol tertekan pada perlakuan AI 0,01 dan 0,1 mg/kg bobot ikan pada minggu ke-6. Pengarahan kelamin jantan dengan aromatase inhibitor 0,1 mg/kg bobot ikan menghasilkan 40% jantan dan 60% interseks dalam waktu enam minggu. Pada perlakuan AI 0,001 dan 0,01 mg/kg bobot ikan dihasilkan individu interseks 50%- 85,72% dan betina 14,28%-50%, sedangkan dengan induksi suhu 32ºC menghasilkan 83,33% interseks dan 16,66% betina. Pemberian aromatase inhibitor pada belut dengan dosis 0.1 mg/kg ikan telah menyebabkan biosintesis estradiol dari testosterone terhambat, sehingga konsentrasi estradiol plasma rendah, sementara konsentrasi testosteron meningkat secara signifikan. Hal tersebut menginduksi maskulinisasi belut ukuran 24±2cm. Sedangkan perlakuan suhu 32ºC belum efektif dalam menginduksi maskulinisasi dan menghasilkan individu interseks. Peningkatan dosis AI diduga dapat meningkatkan efektivitas maskulinisasi pada belut. Aromatase inhibitor mampu memaskulinisasi belut sawah pada ukuran 24±2 cm melalui mekanisme peningkatan konsentrasi testosteron plasma endogenous dan penurunan konsentrasi estradiol plasma endogenous dalam waktu enam minggu. | en |