IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Veterinary Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Veterinary Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kajian Penyakit Motile Aeromonad Septicaemia (MAS) pada Ikan Lele Dumbo (Claries sp.) : Patologi, Pencegahan, dan Pengobatannya dengan Fitofarmaka

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (179.3Kb)
      Full Text (3.338Mb)
      Postscript (1.766Mb)
      Date
      2005
      Author
      Angka, Sri Lestari
      Priosoeryanto, Bambang Ponto
      Lay, Bibiana W.
      Harris, Enang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penyakit MAS (Motile Aeromonad Septicaemia) yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila sering menyebabkan wabah penyakit tukak pada ikan air tawar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tiga dosis galur A.hydrophila yang virulen yaitu 106, 107, 10º cfu/ml dalam bentuk sediaan U (tidak di cuci) dan O (di sonifikasi), disuntikkan pada ikan lele dumbo yang sehat, untuk mempelajari mekanisme patogenesis A. hydrophila yang memproduksi eksotoksin dan endotoksin. Mortalitas, gejala klinis dan gambaran darah diamati secara rutin. Uji antibakteri secara in vitro dari fitofarmaka (Piper betle, Andrographis paniculata dan Psidium guajava) dilakukan sebelum uji in vivo. Dua macam sediaan fitofarmaka yaitu seduhan dan bubuknya digunakan untuk uji in vivo menentukan efektifitas pencegahan dan pengobatan MAS, dengan cara menyuntikkan A.hydrophila pada ikan lele dumbo. Hasil yang didapatkan yaitu tidak adanya kematian ikan yang disuntik dengan A.hydrophila dosis 10 cfu/ml baik untuk sediaan U maupun O. Namun yang disuntik dengan U dosis 108 cfu/ml sebanyak 56% ikan uji mati pada jam ke 24 PI dan darahnya dihemolisis seluruhnya. Pada ikan yang disuntik dengan O dosis yang sama tidak terjadi hemolisis darahnya, kematian sebanyak 24%. Dari hasil uji in vitro ketiga jenis fitofarmaka didapatkan bahwa ketiga jenis tersebut mempunyai efek antibakterial terhadap A.hydrophila. Selanjutnya dari uji in vivo baik pengamatan gejala klinis maupun histopatologi didapatkan bahwa ketiga jenis fitofarmaka lebih efektif untuk pencegahan MAS daripada untuk pengobatannya. Fitofarmaka yang paling efektif adalah seduhan sambiloto karena secara histopatologi kerusakan ginjal paling ringan dan berbeda nyata dengan kontrol positif untuk semua organ.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/658
      Collections
      • DF - Veterinary Science [311]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository