Studi Biologi Reproduksi sebagai Dasar Pengelolaan Ketam Kelapa (Birgus Latro) di Pulau Yoi, Kecamatan P. Gebe, Maluku Utara
Abstract
Birgus latro (LINNAEUS, 1767) lebih dikenal dengan nama ketam kelapa atau Ketam kenari adalah jenis krustasea yang paling sukses beradaptasi dengan lingkungan darat dan merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Nilai ekonomi yang begitu penting karena memiliki potensi sebagai komoditi ekspor. Ketam kelapa merupakan hewan ekosistem pantai yang saat ini mengalami ancaman penurunan populasi. Ketam ini dilindungi oleh pemerintah melalui surat keputusan Menteri Kehutanan dengan SK Menhut No.12/KPTS-II/Um/1987.
Kepentingan pelestariaan ketam kelapa pada alam asli dan desakan permintaan konsumen akan semakin nyata dimasa akan datang. Kesetimbangan antara permintaan dan suplai akan meningkatkan tekanan terhadap populasi di alam. Pembukaan hutan pesisir yang merupakan habitat ketam kelapa untuk berbagai kepentingan, diduga telah ikut mengurangi sumber makanan alami dilingkungannya. Dengan berbagai kepentingan diatas, maka perlu dilakukan suatu penelitian biologi reproduksi sebagai dasar pengelolaan ketam kelapa (birgus latro) di lingkungan asli dan untuk melakukan domestikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi reproduksi ketam kelapa (Birgus latro). Manfaat penelitian diharapkan dapat dijadikan informasi tentang biologi dan habitat ketam kelapa (Birgus latro) bagi upaya pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ketam kelapa terutama dalam upaya konservasi dan domestikasi dengan tujuan restocking serta sebagai data awal bagi usaha budidaya sehingga keberadaan di alam dapat dilestarikan (tidak sampai punah) di masa mendatang.
Pelaksanaan penelitian untuk pengumpulan data terdiri dari 2 tahap, yaitu penelitian dilapangan dan pengamatan serta analisis di laboratorium. Karakristik fisika kimia habitat sebagai data penunjang penelitian diukur dan diamati. Pengamatan dan pengukuran parameter dilakukan di insitu, bersamaan dengan waktu pengambilan contoh. Sedangkan koleksi ketam kelapa contoh dilakukan pada 2 bulan sekali dengan penangkapan menggunakan secara langsung tangan oleh nelayan. Penangkapan dilakukan pada malam hari berdasarkan lokasi pengamatan. Dari hasil penangkapan dilakukan identifikasi jenis kelamin dan pengukuran panjang (CP+r) dan berat tubuh. kemudian preservasi menggunakan larutan parraform 10%, sampel kemudian dianalisis di laboratorium. Pengamatan aspek reproduksi seperti penentuan tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas dan pola sebaran diameter telur.
Collections
- MT - Fisheries [3248]


