Show simple item record

dc.contributor.advisorPuspito, Gondo
dc.contributor.advisorIskandar, Mokhamad Dahri
dc.contributor.authorErmawati, Nela Indah
dc.date.accessioned2012-11-06T03:35:13Z
dc.date.available2012-11-06T03:35:13Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/58378
dc.description.abstractKenaikan harga minyak tanah memicu penggantian lampu petromaks pada perikanan bagan apung. Nelayan mencoba beralih menggunakan jenis lampu tabung (tubular lamp) dengan sumber listrik yang dihasilkan oleh mesin pembangkit listrik berukuran kecil (genset). Lampu tabung digunakan karena lampu ini lebih hemat energi dan lebih terang jika dibandingkan dengan lampu pijar. Nelayan Palabuhanratu masih belum menemukan cara paling efektif untuk mengoperasikan lampu tabung. Penelitian ini mencoba cara lain untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan cara menggunakan lampu dalam air. Cara penggunaan lampu tabung yang benar akan memberikan hasil tangkapan yang banyak. Lampu dalam air dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti stoples Nutrisari dan lampu tabung (TL) 24 watt. Posisi penempatan lampu tabung adalah di atas permukaan air dan di dalam air pada kedalaman 1 m di bawah permukaan air. Pada penelitian ini komposisi hasil tangkapan pada pengoperasian bagan apung dengan menggunakan kedua lampu dihitung dan selanjutnya dibandingkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan yang diperoleh cukup berbeda. Hasil tangkapan lampu tabung lebih beragam, namun dengan kuantitas yang lebih sedikit dibandingkan dengan lampu dalam air. Jenis tangkapan yang diperoleh lampu tabung adalah tembang (Sardinella fimbriata) seberat 21,8 kg, kembung (Rastrelliger spp.) 13,8 kg, cumi-cumi (Loligo sp.) 8,5 kg, layur (Trichiurus sp) 8 kg, tongkol (Auxis thazard) 5 kg dan teri (Stolephorus commersonii) 5 kg. Adapun komposisi hasil tangkapan lampu dalam air didominasi oleh teri seberat 39,4 kg. Hasil tangkapan lainnya adalah rebon 31,4 kg, kembung 29,5 kg, tembang 29,2 kg, layur 21,5 kg dan tongkol 0,5 kg. Kesimpulan yang diperoleh adalah penggunaan lampu dalam air lebih efektif dibandingkan dengan lampu tabung dengan berat tangkapan masing-masing adalah 151,7 kg dan 65,1 kg.en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.subjectPalabuhanratu.en
dc.subjectbagan apungen
dc.subjectlampu tabungen
dc.titlePengaruh Perbedaan Posisi Penempatan Lampu Tabung terhadap Hasil Tangkapan Bagan Apungen


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record