Pengurangan Dosis Pupuk NPK pada Padi Sawah (Oryza sativa L.) Musim Tanam Keempat di Karawang, Jawa Barat.
Abstract
Laju peningkatan produksi padi di Indonesia dalam lima tahun terakhir mengalami pelandaian. Pemakaian pupuk anorganik secara intensif serta tidak diaplikasikannya bahan organik untuk mengejar hasil yang tinggi menyebabkan bahan organik tanah menurun. Pelandaian produktivitas padi salah satunya diduga karena menurunnya kesuburan lahan akibat tidak tepatnya penerapan pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembenaman jerami, penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati terhadap penurunan dosis pupuk NPK pada padi sawah musim tanam keempat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Penelitian berlangsung pada bulan November 2011 – Maret 2012. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) yang terdiri atas 13 perlakuan dan tiga ulangan. Pengamatan pertumbuhan tanaman dan komponen hasil dilakukan terhadap 10 tanaman contoh setiap satuan percobaan. Peubah-peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, Bagan Warna Daun (BWD), bobot biomassa tanaman pada 8 minggu setelah tanam (MST), jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir, hasil basah dan kering per tanaman, hasil basah dan kering ubinan, hasil gabah kering per ha dan analisis tanah. Data hasil pengamatan pertumbuhan dan produksi dianalisis ragam uji F dan apabila menunjukkan hasil yang nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut Dunnet yang dibandingkan dengan perlakuan tanpa jerami dan satu dosis pupuk NPK pada taraf 5 %.

