Show simple item record

dc.contributor.advisorAnggraeni, Lukytawati
dc.contributor.authorYuniasih, Aisyah Fitri
dc.date.accessioned2012-02-24T01:12:10Z
dc.date.available2012-02-24T01:12:10Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/53509
dc.description.abstractEra globalisasi telah mendorong semua negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya, tak terkecuali negara ASEAN. Negara ASEAN harus memahami bahwa situasi ekonomi dunia akan terus menantang sehingga harus mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang bisa berlanjut untuk tahun-tahun mendatang. Defisit arus modal keluar neto yang terjadi dapat diartikan bahwa terjadi kelangkaan modal pembangunan. Salah satu strategi negara ASEAN untuk menghadapi situasi perekonomian dunia yang tidak pasti dan semakin menantang adalah dengan menerapkan liberalisasi ekonomi melalui Penanaman Modal Asing Langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) dalam rangka mengisi kelangkaan sumber daya modal pembangunan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara ASEAN. Melihat dampak positif dan dampak negatif dari FDI terhadap pertumbuhan ekonomi, dapat kita simpulkan bahwa pengaruh FDI terhadap pertumbuhan ekonomi berbeda antar negara. Oleh karena itu, permasalahan yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh FDI tehadap pertumbuhan ekonomi negara ASEAN. Hal ini tentunya tergantung pada kondisi perekonomian, teknologi, dan institusional dari negara ASEAN tersebut. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data panel dari sepuluh negara ASEAN selama kurun waktu 1980-2009 yang meliputi data pertumbuhan ekonomi, FDI Inflow, PMTB, angkatan kerja, ekspor neto dan dummy krisis. Sumber data yang digunakan berasal dari United Nation Conference on Trade and Development (UNCTAD) dan World Bank. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda data panel dengan Fixed Effect Model GLS Weights Cross-section SUR. Hasil analisis menyatakan bahwa FDI berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi negara ASEAN. Faktor-faktor lain yang juga memengaruhi pertumbuhan ekonomi negara ASEAN antara lain PMTB, angkatan kerja, ekspor neto, dan krisis ekonomi. Pemerintah masing-masing negara ASEAN perlu meningkatkan FDI Inflow, PMTB, kualitas angkatan kerja, dan pertumbuhan ekspor agar lebih tinggi dari pertumbuhan impor dengan tujuan untuk lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara ASEAN. Pemerintah masing-masing negara ASEAN juga perlu diperhatikan dampak ketergantungan yang dapat muncul dari meningkatnya aliran FDI ke suatu negara. Untuk menghindari dampak negatif dari FDI terhadap pertumbuhan ekonomi negara ASEAN pemerintah masing-masing negara ASEAN dapat mencanangkan undang-undang yang mengatur mengenai besarnya persentase maksimum kepemilikan saham oleh investor asing, besarnya persentase maksimum bahan baku produksi yang boleh diimpor, besarnya persentase maksimum penggunaan tenaga kerja domestik.en
dc.subjectBogor Agricultural University (IPB)en
dc.titleAnalisis Pengaruh Foreign Direct Investment (FDI) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara ASEAN Tahun 1980-2009en


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record