Anatomi tengkorak orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus)
The Anatomy of the skull of Kalimantan Orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus)
Abstract
The aim of the study was revealed the anatomy of the skull of male Kalimantan orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus) related to the function of the elements of the head and the daily behavior of the orangutan. The study was conducted by observing the anatomical features of the orangutan skull and compared it with literatures related to the anatomy of the skull in human and animals such as gorilla and chimpanzee that have close taxonomis and anatomical relationship with orangutan and the skulls of other animals. The results showed that some characteristics of orangutan skull were observed. The sutures between the bone were unclearly and presumed that orangutan was old. On the other hand, there was highly developed crest in the calvaria of the skull: the frontal crest, the external sagittal crest, and the nuchal crest. The frontal crest suggested the origin of cheek pad that was highly developed in the male orangutan. The external sagittal crest suggested as the origin of the temporale muscle and the nuchal crest suggested as the origin of the extensor muscles of the neck and head. In addition, the most developed of zygomatic arch was formed by the zygomatic process of temporal bone and the temporal process of zygomatic bone. The most developed parts of the orangutan skull was the splanchnocranii than that of the neurocranii portion, which looked prominent and lengthened of the mouth area. Teeth formula of this animal was 2 (I 2 / 2, C 1 / 1, P 2 / 2, M 3 / 3), that looked highly developed of canine teeth which was showed as orangutan sexual dimorphism. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari anatomi tengkorak orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus) jantan yang dikaitkan dengan fungsi unsur-unsur di kepala dan perilaku kesehariannya. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengkaji ciri-ciri anatomi tengkorak orangutan dan membandingkannya dengan literatur tengkorak manusia dan hewan yang memiliki kedekatan taksonomi dan anatomi dengannya, yaitu gorilla dan simpanse serta dengan tengkorak hewan lain. Hasil penelitian menunjukkan beberapa karakteristik tengkorak orangutan yang diamati, diantaranya sutura yang tidak terlihat jelas dan diduga tengkorak ini berasal dari orangutan yang sudah berumur tua. Disamping itu, juga terdapat krista yang sangat berkembang pada daerah calvaria tengkorak, yaitu crista frontalis, crista sagittalis externa, dan crista nuchae. Crista frontalis diduga sebagai tempat pertautan cheek pad yang sangat berkembang pada orangutan jantan, crista sagittalis externa diduga sebagai tempat pertautan m. temporale dan crista nuchae diduga sebagai tempat pertautan otot-otot ekstensor leher dan kepala. Selain itu, arcus zygomaticus yang sangat kuat dan berkembang, dibentuk oleh processus zygomaticus dari os temporale dan processus temporale dari os zygomaticus. Bagian tengkorak yang paling berkembang pada orangutan adalah pars splanchnocranii yang terlihat pada daerah mulut yang menonjol dan panjang. Formula gigi dari hewan ini adalah 2 (I 2/2, C 1/1, P 2/2, M 3/3) dengan dentes canini yang terlihat sangat berkembang dan merupakan ciri sexual dimorphism-nya.
Collections
Related items
Showing items related by title, author, creator and subject.
-
Pola Lokomosi dalam Aktivitas Bergerak Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus pygmaeus Linnaeus, 1760) di Wildlife Rescue Centre (WRC) Yogyakarta
Nawangsari, Fitria | Rinaldi, Dones (2016)Orangutan kalimantan merupakan spesies primata yang mengalami penurunan populasi di alam dan terancam punah. Keterancaman orangutan memerlukan upaya konservasi eksitu, salah satunya di Wildlife Rescue Centre (WRC) ... -
Mode Lokomosi pada Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus Linn.) di Pusat Primata Schmutzer, Jakarta
Baroya, Mushlihatun | Perwitasari, Rd. Roro Dyah | Iskandar, Entang (2012)Daily activities of orangutans are divided into five main types such as, locomotion, resting, eating, nesting, and social interaction. Locomotion is a displacement activity conducted by the orangutan location from one place ... -
Kajian Pengelolaan Orang utan (Pongo pygmaeus pygmaeus, L) di Kebun Binatang Ragunan.
Noprianto, Agat (2004)Perkembangan dunia kehutanan semakin meningkat diikuti dengan pertumbuhan penduduk yang semakain pesat. Pembukaan hutan sekarang semakin banyak terjadi, akibatnya banyak habitat orang utan berkurang menyebabkan populasi ...

