Show simple item record

dc.contributor.authorWulandari, Indah
dc.date.accessioned2011-10-24T04:19:46Z
dc.date.available2011-10-24T04:19:46Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/51277
dc.description.abstractPertanian merupakan hal yang substansial dalam pembangunan, yaitu sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, penyedia bahan mentah untuk industri, penyedia lapangan kerja, dan penyumbang devisa negara. Hal yang wajar apabila bangsa Indonesia sebagai bangsa yang membangun selalu meletakkan pembangunan sektor pertanian sabagai prioritas utama dalam pembangunan. Titik kulminasi pembangunan pertanian terjadi pada tahun 1984, yaitu saat Indonesia yang sebelumnya mendapat predikat sebagai negara pengimpor beras terbesar dapat mencapai swasembada beras dengan program Bimbingan Massal (BIMAS). Program BIMAS merupakan salah satu realisasi bahwa revolusi hijau telah mencapai swasembada beras, sehingga mampu mengatasi kerawanan pangan. Hasil pertanian dari program BIMAS memang sangat menguntungkan, namun metode pertanian yang diterapkan menimbulkan beberapa akibat, seperti menurunnya produktivitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dan rusaknya keseimbangan ekosistem akibat penggunaan pestisida. Meningkatnya taraf kehidupan masyarakat membuat sebagian masyarakat menyadari arti pentingnya hidup yang berkualitas. Masyarakat semakin menyadari bahwa penggunaan bahan-bahan kimia untuk pertanian akan menimbulkan efek negatif terhadap lingkungan dan kesehatannya. Sebagian anggota masyarakat mulai mengubah pola makan dengan cara memilih produk pangan yang sehat, alami, dan berkualitas. Mereka juga mulai mencari produk pangan yang aman untuk dikonsumsi agar tidak berpengaruh negatif pada tubuhnya. Saat ini produk-produk pertanian organik seperti beras sudah banyak tersedia di supermarket tertentu. Hal ini membuat konsumen dapat dengan mudah memanfaatkan produk-produk tersebut walaupun harga jual yang ditawarkan cukup tinggi.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAnalisis perbandingan pendapatan usahatani padi organik dengan padi anorganik (kasus : kelurahan Sindang Barang dan Situ Gede, kecamatan Bogor Barat)en


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record