View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengembangan Wisata Bahari Dalam Pengelolaan Sumberdaya Pulau-Pulau Kecil Berbasis Ekologi: Studi Kasus Pulau Sebesi Provinsi Lampung

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (14.57Mb)
      Abstract (294.9Kb)
      BAB I (309.1Kb)
      Abstract (294.9Kb)
      BAB II (393.9Kb)
      BAB III (1.161Mb)
      BAB IV (2.732Mb)
      BAB V (2.454Mb)
      BAB VI (292.4Kb)
      Cover (294.8Kb)
      Daftar Pustaka (323.8Kb)
      Lampiran (8.988Mb)
      Ringkasan (299.0Kb)
      Riwayat Hidup (283.6Kb)
      Date
      2011
      Author
      Johan, Yar
      Yulianda, Fredinan
      Siregar, Vincentius Paulus
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Sebesi Island is the one and only island in the vicinity of Mount Krakatau which can be inhabited. Sebesi Island has the potenticy to be developed as a tourist destination object, based on ecology. Research on the Development of Marine Tourism-Based Small Islands Ecology: Case Studies Sebesi Island in Lampung Province aim to assess the suitability of Sebesi Island area for marine tourism activities based on the ecology of diving and snorkeling, to analyze the carryng capacity Sebesi Island for marine tourism activities with ecology based, and to formulate strategies and policy direction in the development of marine tourism on the Sebesi island. The primary data were collected through sampling, direct observation of field conditions, distributing questionnaires, interviews, open/direct and in-depth interviews at the sites. The secondary data were collected by tracking the various libraries, and related agencies. The result showed that the kind of ecology-based marine tourism activities categories of diving and snorkeling were included in the appropriate category (S2) to the Sebesi Island. Carrying capacity for diving activity was 2,394 person and snorkeling was 2,489 person. According to A’WOT Analysis which is Integrated tourism management, Strengthening regulatory and institutional, Increasing human resources, Community empowerment, Efforts to prevent damage to coral reefs and Utilization and management of coral reefs.
       
      Pulau Sebesi merupakan satu-satunya pulau di sekitar Gunung Krakatau yang berpenghuni. Pulau Sebesi berpotensi untuk dikembangkan menjadi salah satu Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) yang berbasis pada ekologi. Hampir seluruh Pulau Sebesi dikelilingi oleh terumbu karang yang dapat ditemukan sampai kedalaman 10 meter dari permukaan laut. Ikan karang yang ditemukan di daerah terumbu karang Pulau Sebesi sebanyak 168 spesies dalam 28 famili. Luas wilayah Pulau Sebesi adalah 2.620 ha dengan panjang pantai 19.55 km. Sebagian besar daratan Pulau Sebesi tersusun dari endapan gunung api muda dan merupakan daratan perbukitan. Bukit tertinggi di Pulau Sebesi mencapai 884 meter dari permukaan laut dengan bentuk kerucut yang mempunyai tiga puncak (Wiryawan et al. 2002). Dinas Pariwisata Lampung Selatan (2008) menyatakan bahwa berbagai objek wisata yang telah ada di Pulau Sebesi adalah snorkling, diving, fishing, swimming, berperahu motor, menikmati panorama alam, trekking dan hunting. Salah satu pantai yang mempunyai pemandangan yang indah dan langsung berhadapan langsung dengan Gunung Krakatau adalah pantai Gubuk Seng serta Segenom Ujung juga ada pantai yang langsung berhadapan dengan Pulau Sebuku. Selain melihat pemandangan, berfoto-foto dan juga memancing. Pulau Sebesi memiliki potensi wisata yang lengkap dan beragam. Jika dikelompokkan ada 2 bentuk wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan yaitu wisata bahari dan wisata alam petualangan (trikking dan berburu hewan liar). Tahun 2008 Pulau Sebesi telah ditetapkan menjadi salah satu Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) di Kabupaten Lampung Selatan. Namun, potensi sumberdaya wisata bahari belum dimanfaatkan secara optimal. Belum optimalnya kegiatan wisata disebabkan kurangnya dukungan pemerintah dalam mengembangkan Pulau Sebesi menjadi suatu kawasan wisata bahari. Dukungan pemerintah dalam hal ketersediaan fasilitas yang mendukung perjalanan wisata bahari dan yang telah ada kondisinya tidak memadai. Kegiatan wisata dijalankan hanya dengan fasilitas yang seadanya, ditambah lagi dengan masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia di Pulau Sebesi sehingga belum berkembang menjadi suatu kawasan wisata khususnya wisata bahari untuk diving dan snorkling. Maka saat ini kebutuhan akan data dan informasi tentang kondisi dan keberadaan sumberdaya pulau-pulau kecil termasuk kesesuaian kawasan dan daya dukung Pulau Sebesi penting untuk dimiliki dalam pengembangan wisata bahari nantinya.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/50748
      Collections
      • MT - Fisheries [3210]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository