Show simple item record

dc.contributor.authorRismadhani, Tricia
dc.date.accessioned2011-07-20T07:48:20Z
dc.date.available2011-07-20T07:48:20Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/48714
dc.description.abstractPenelitian mengenai kejadian anemia pada bayi beIum banyak dilakukan. PadahaI dalam pertumbuhannya, bayi memerlukan cukup banyak zat besi. Faktor-faktor yang mernpengaruhi kadar hemoglobin (Hb) bayi berasal dari keadaan ibu bayi, yang rnemberikan pengaruh secara tidak langsung dan keadaan bayi itu sendiri, yang memberikan pengaruh langsung. Anaiisis lintas dapat digunakan untuk rnengkaji faktor-faktor yang memberikan pengaruh langsung dan tidak langsung.Gambaran umum status kesehatan dan status gizi ibu dan bayi dalarn penelitian ini adalah sebagai berikut. Status kesehatan sebagian besar ibu, 81.98%, termasuk sehat dan tidak menderita anemia, 65.70%. Penyakit infeksi yang paling banyak diderita oleh bayi adalah penyakit pilek, 30.81% dan yang paling sedikit diderita bayi adalah penyakit diare, 9.88%. Selanjutnya sebagian besar bayi, 97.67%, seharusnya memiliki cadangan besi yang mencukupi sampai usia 6 bulan. Status gizi ibu sebagian besar normal, 77.33%. Namun konsumsi zat gizi ibu secara rata-rata tidak ada yang memenuhi kecukupan gizi ibu per hari. Begitu juga dengan status gizi bayi, walaupun konsumsi zat gizi MfASI bayi hanya konsumsi vitamin A saja yang memenuhi kecukupan gizi bayi per hari, sebagian besar bayi, 86.63%, status gizinya baik.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleFaktor-faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin bayi dengan pendekatan analisis lintasen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record