IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Forestry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Forestry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pemanfaatan CMA dan bardyrhizobium dlam meningkatkan produktivitas kedelai pada sistem agroforestri kayu bawang (scorodocarpus borneensis, Burm. F) di ultisol

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (8.078Mb)
      Cover (287.8Kb)
      Abstract (393.5Kb)
      Bab I (608.7Kb)
      Bab II (1.326Mb)
      Bab III (1019.Kb)
      Bab IV (590.1Kb)
      Bab V (676.8Kb)
      Bab VI (648.8Kb)
      Bab VII (967.7Kb)
      Bab VIII (859.1Kb)
      Bab IX (1.826Mb)
      Bab X (583.5Kb)
      Bab XI (292.3Kb)
      Daftar Pustaka (1.119Mb)
      Lampiran (337.3Kb)
      Date
      2006
      Author
      Bertham, RR. Yudhy Harini
      Kusmana, Cecep
      Setiadi, Yadi
      Sopandie, Didy
      Mansur, Irdika
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai sebagai tanaman agroforestri di tanah mineral masam menghadapi beberapa kendala lingkungan seperti intensitas cahaya rendah, pH rendah, dan kesuburan rendah. Salah satu alternatifyang mungkin dapat meningkatkan produktivitas kedelai adalah dengan memanfaatkan jasad renik efektif seperti cendawan mikoriza arbuskula (CMA) dan Bradyrhizobium pada varietas kedelai toleran naungan. Identifikasi potensi dan pemanfaatan CMA dan Bradyrhizobium untuk varietas-varietas kedelai tahan naungan di lahan agroforestri pada tanah mineral masam dengan demikian menempati posisi yang penting artinya. Penelitian ini bertujuan (i) untuk mendapatkan informasi mengenai keragaman isolatisolat CMA dan Bradyrhizobium asal tanah Ultisol di Propinsi Bengkulu, (ii) untuk menguji kesesuaian tiga genotipe/varietas kedelai untuk sistem agroforestri Kayu Bawang pada Ultisol khususnya di Propinsi Bengkulu, (iii) untuk membuktikan kesesuaian isolat CMA dan Bradyrhizobium hasil pengujian di laboratorium untuk tiga genotipe/varietas kedelai di lahan agroforestri Kayu Bawang, dan (iv) untuk mengevaluasi perubahan sifat-sifat tanah di bawah tegakan Kayu Bawang pasca budidaya kedelai. Tanah yang diambil dari tiga budidaya tanaman pertanian di Propinsi Bengkulu terindentifikasi didominasi oleh CMA Acaulospora sp (AcB), Glomus sp1 (GlaB), Glomus sp2 (GleB), Glomus sp3 (GlmB), 'Gigaspora sp2 (GimB), dan Scutellospora sp (ScB). Genus Glomus lebih sering dijumpai daripada genus lainnya. Glomus sp1 (GlaB) dan Scutellospora sp ScB). secara teknis sulit untuk dikembangkan sebagai inokulan. CMA yang paling layak untuk dikembangkan sebagai inokulan berskala komersial ialah Glomus sp3 (GlmB) dan Gigaspora sp2 (GimB). Bradyrhizobium (40 isolat) lebih dominan pada tanah-tanah di empat lokasi budidaya kedelai di Propinsi Bengkulu daripada Rhizobium (15 isolat). Dari keempat puluh isolat tersebut hanya dua mutan yaitu KLB 5.3.1 dan TEB 6.2.9, yang mampu bersaing dengan rizobia indigenous dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di percobaan rumah kaca dan lapangan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa produktivitas kedelai pada lahan monokultur maupun pada agroforestri dapat ditingkatkan dengan menggunakan spesies CMA dan mutan-mutan Bradyrhizobium yang tepat. Penggunaan CMA dan Bradyrhizobium ditentukan oleh spesies atau strain yang digunakan, teknik pemberiannya (tunggal atau ganda), varietas tanaman kedelai, dan tipe penggunaan lahannya (monokultur atau agroforestri). Kedelai varietas Pangrango dan Ceneng lebih adaptif untuk dibudidayakan di tanah Ultisol secara monokultur atau agroforestri, dan akan maksimal hasilnya jika diinokulasi dengan inokulan ganda CMA Gigaspora sp2 (GimB) +Bradyrhizobium sp KLB5.31 atau Glomus sp3 (GlmB) + Bradyrhizobium sp TEB 6.2.9. Peningkatan hasilnya juga lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan pupuk buatan dosis rekomendasi, rata-rata peningkatannya adalah sebesar 57% pada lahan monokultur dan 41% pada lahan agroforestri. Budidaya kedelai kedua varietas tersebut yang diiringi dengan inokulasi CMA dan Bradyrhizobium dapat meningkatkan kesuburan fisika, kimia dan biologi tanah di bawah tegakan Kayu Bawang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/47155
      Collections
      • DF - Forestry [372]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository