View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      MOdel pengembangan kawasan agropolitan secara berkelanjutan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia

      Model of Sustainable Agropolitan Region Development at West Kalimantan-Malaysia Border (Case Study The Border Bengkayang Regency-Sarawak).

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (13.44Mb)
      Date
      2009
      Author
      Thamrin
      Sutjahjo,Surjono Hadi
      Herison,Catur
      Sabiham,Supiandi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Paradigma masa lalu yang menempatkan wilayah perbatasan sebagai halaman belakang (hinterland) dalam pembangunana membawa impikasi terhadap kondisi Kabupaten BEngkayang saat ini yang terisolir dan tertinggal. Hal ini terutama dilihat dari sisi sosial ekonomi karena kurang tersentuh pembangunan dan lebih mengutamakan pembangunan wilayah perkotaan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
       
      Wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai kawasan pengembangan agropolitan dalam rangka pembangunan desa-kota berimbang di wilayah perbatasan. Penelitian bertujuan untuk (1) mengidentifikasi potensi, tingkat perkembangan, dan keberlanjutan wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang; (2) membangun model pengembangan kawasan agropolitan secara berkelanjutan; dan (3) merumuskan arahan kebijakan dan strategi pengembangan kawasan agropolitan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis tipologi wilayah, Principle Component Analysis (PCA), Cluste Analysis, Analisis spasial, analisis kesesuaian lahan, analisis usahatani, analisis skalogram, analisis sentralitas, Analitical hierarkhy Process (AHP), Interpretatif Structural Modeling (ISM), Multidimensional Scaling (MDS), analisis prospektif, dan analisis sistem dinamik. Hasil penelitian menujukkan bahwa wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang merupakan basis beberapa komoditas pertanian dengan komoditas unggulan jagung, padi ladang, kelapa sawit, karet, lada, sapi potong, kambing, dan ayam. Kesesuaian lahan aktual termasuk kelas S2 dan S3 dengan faktor pembatas ketersediaan air, retensi hara, dan bahaya erosi. Wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang termasuk kategori strata Pra Kawasan Agropolitan II dengan 2 desa termasuk dalam tingkat perkembangan maju, 11 desa dengan tingkat perkembangan sedang, dan 16 desa dengan tingkat perkembangan rendah (relatif tertinggal). Alternatif pengembangan kawasan agropolitan yang dapat dikembangkan adalah agropolitan terpadu perkebunan, tanaman pangan, dan peternakan. Status keberlanjutan dimensi ekologi termasuk dalam status kurang berkelanjutan; dimensi ekonomi, sosial dan budaya, dan hukum dan kelembagaan cukup berkelanjutan; sedangkan dimensi infrastruktur tidak berkelanjutan. Dari 47 atribut yang dianalisis, 22 atribut yang sensitif berpengaruh terhadap peningkatan nilai indeks keberlanjutan wilayah.. Hasil analisis sistem dinamik, menunjukkan pertumbuhan penduduk memperlihatkan kecenderungan pertumbuhan positif (positive growth) naik mengikuti kurva eksponensial sampai pada tahun 2035. Demikian pula dengan kebutuhan penggunaan lahan, produksi agropolitan, dan keuntungan usahatani, namun pada suatu saat akan menuju titik keseimbangan tertentu (stable equilibrium) karena proses Limit to Growth. Ini berarti, model yang dibangun mengikuti pola dasar (archetype) “Limit to Success”. Arah kebijakan pengembangan wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang adalah pengembangan kawasan agropolitan terpadu yaitu perkebunan-tanaman pangan-peternakan. Untuk meningkatkan perubahan kinerja model maka skenario yang perlu dilakukan adalah skenario optimis yaitu dengan melakukan intervensi yang lebih besar terhadap variabel kunci yang berpengaruh dalam model.
       
      Wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai kawasan pengembangan agropolitan dalam rangka pembangunan desa-kota berimbang di wilayah perbatasan. Penelitian bertujuan untuk (1) mengidentifikasi potensi, tingkat perkembangan, dan keberlanjutan wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang; (2) membangun model pengembangan kawasan agropolitan secara berkelanjutan; dan (3) merumuskan arahan kebijakan dan strategi pengembangan kawasan agropolitan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis tipologi wilayah, Principle Component Analysis (PCA), Cluste Analysis, Analisis spasial, analisis kesesuaian lahan, analisis usahatani, analisis skalogram, analisis sentralitas, Analitical hierarkhy Process (AHP), Interpretatif Structural Modeling (ISM), Multidimensional Scaling (MDS), analisis prospektif, dan analisis sistem dinamik. Hasil penelitian menujukkan bahwa wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang merupakan basis beberapa komoditas pertanian dengan komoditas unggulan jagung, padi ladang, kelapa sawit, karet, lada, sapi potong, kambing, dan ayam. Kesesuaian lahan aktual termasuk kelas S2 dan S3 dengan faktor pembatas ketersediaan air, retensi hara, dan bahaya erosi. Wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang termasuk kategori strata Pra Kawasan Agropolitan II dengan 2 desa termasuk dalam tingkat perkembangan maju, 11 desa dengan tingkat perkembangan sedang, dan 16 desa dengan tingkat perkembangan rendah (relatif tertinggal). Alternatif pengembangan kawasan agropolitan yang dapat dikembangkan adalah agropolitan terpadu perkebunan, tanaman pangan, dan peternakan. Status keberlanjutan dimensi ekologi termasuk dalam status kurang berkelanjutan; dimensi ekonomi, sosial dan budaya, dan hukum dan kelembagaan cukup berkelanjutan; sedangkan dimensi infrastruktur tidak berkelanjutan. Dari 47 atribut yang dianalisis, 22 atribut yang sensitif berpengaruh terhadap peningkatan nilai indeks keberlanjutan wilayah.. Hasil analisis sistem dinamik, menunjukkan pertumbuhan penduduk memperlihatkan kecenderungan pertumbuhan positif (positive growth) naik mengikuti kurva eksponensial sampai pada tahun 2035. Demikian pula dengan kebutuhan penggunaan lahan, produksi agropolitan, dan keuntungan usahatani, namun pada suatu saat akan menuju titik keseimbangan tertentu (stable equilibrium) karena proses Limit to Growth. Ini berarti, model yang dibangun mengikuti pola dasar (archetype) “Limit to Success”. Arah kebijakan pengembangan wilayah perbatasan Kabupaten Bengkayang adalah pengembangan kawasan agropolitan terpadu yaitu perkebunan-tanaman pangan-peternakan. Untuk meningkatkan perubahan kinerja model maka skenario yang perlu dilakukan adalah skenario optimis yaitu dengan melakukan intervensi yang lebih besar terhadap variabel kunci yang berpengaruh dalam model.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46873
      Collections
      • DT - Multidiciplinary Program [799]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository