Show simple item record

dc.contributor.authorNafari, Indra Bayu
dc.date.accessioned2011-06-10T01:31:31Z
dc.date.available2011-06-10T01:31:31Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46221
dc.description.abstractSejak abad 19 asam salisilat telah diidentifikasi dari tanaman tersebut sebagai zat aktif di dalam berbagai macam proses fisiologi, seperti penutupan stomata, pembentukan bunga, proses ketahanan terhadap panas dan berperanan penting dalam pertahanan terhadap serangan pathogen. Pada penelitian dilakukan uji hayati terhadap cendawan P.oryzae, analisis ketahanan higromisin sebagai gen penanda dan analisis Southern blot untuk melihat jumlah salinan dan integrasi gen penanda hpt maupun gen penyandi asam salisilat (pmsB dan entC ) Hasil yang didapat dari analisis molekular menunjukan gen higromisin 2 galur transgenik (E.10.1.27 dan E.10.1.43) terekspresi dengan baik dan pola segregasinya mengikuti hukum Mendel (3:1), sedangkan berdasarkan uji hayati dengan cendawan blas diperoleh satu galur unggulan tahan (E.10.1.5). Pengamatan tingkat ketahanan pada tanaman yang dapat dijadikan patokan adalah pengamatan padi daun pertama, sedangkan pada daun yang lebih muda tidak dapat dijadikan patokan. Hasil Southern menunjukan bahwa dengan menggunakan probe hpt terdapat jumlah salinan gen masing-masing 1, yaitu pada sub galur C.30.1.2.29, E.10.1.5.15, E.10.1.10.29, E.10.1.43.8 sedangkan dengan pmsB diperoleh 3 galur yaitu C.30.1.2.29, E.10.1.15 dan E.10.1.10.29 dengan jumlah salinan DNA masing-masing 1.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectPadi transgeniken
dc.titleKestabilan pewarisan gen entC dan pmsB pada padi transgenik generasi ketiga(T2)en


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record