Show simple item record

dc.contributor.authorPratiwi, Wiwi
dc.date.accessioned2011-06-09T08:08:02Z
dc.date.available2011-06-09T08:08:02Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46191
dc.description.abstractTirosin kinase memainkan peranan penting dalam perkembangan sel kanker. Suatu zat yang dapat menginhibisi aktivitas tirosin kinase diharapkan mampu menghambat perkembangan sel kanker. Temu putih merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai tanaman obat kanker. Pada penelitian ini, hendak ditentukan daya inhibisi ekstrak air dan etanol temu putih terhadap aktivitas tirosin kinase. Ekstrak hasil maserasi rimpang temu putih kering (kadar air 10,42%) dalam tiga pelarut, yaitu etanol 70%, air demineralisasi (akuadem), dan air panas diperoleh dengan rendemen berturut-turut sebesar 24,51%; 9,65%; dan 12,22%. Penentuan daya inhibisi terhadap aktivitas tirosin kinase dari ketiga ekstrak dilakukan dengan menggunakan metode ELISA (enzyme linked immunosorbent assay) dan dibandingkan hasilnya dengan genistein sebagai kontrol positif. Konsentrasi sebesar 300 dan 700 ppm, keduanya di bawah nilai konsentrasi letal dari semua ekstrak terhadap Artemia salina Leach, digunakan untuk pengukuran daya inhibisi tersebut.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectTirosin, KinaseSel, Kanker, Daya, Inhibisi, Ekstrak, AirEtanol, Temu, Putih,Curcuma zedoariaen
dc.titlePenentuan daya inhibisi ekstrak air dan etanol temu putih (Curcuma zedoaria) terhadap aktivitas tirosin kinase secara in vitroen


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record