Show simple item record

dc.contributor.authorAmelia, Gusmeta
dc.date.accessioned2011-06-09T07:59:05Z
dc.date.available2011-06-09T07:59:05Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46181
dc.description.abstractRumput mutiara adalah tumbuhan peneduh. Tumbuhan ini diduga berpotensi sebagai antioks idan alami. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan aktivitas antioksidasi antara tajuk dan akar rumput mutiara yang dianalisis secara in vitro dan aktivitasnya dibandingkan dengan senyawa atokoferol (Vitamin E). Tajuk dan akar rumput mutiara diekstraksi dengan menggunakan etanol 70% secara refluks. Aktivitas antioksidasinya ditentukan dengan metode asam tiobarbiturat (TBA). Metode ini didasarkan pada reaksi spesifik antara TBA dan malondialdehid (MDA) (hasil oksidasi asam linoleat). Daya hambat dari ekstrak tajuk 500 ppm dan 200 ppm, eks trak akar 500 ppm serta a-tokoferol 200 ppm secara berturut-turut adalah sebesar 71,74%; 61,78%; 63,81% dan 77,61%. Dari hasil uji Duncan (a= 0.05) diperoleh bahwa ekstrak tajuk (500 dan 200 ppm) serta ekstrak akar (500 ppm) memiliki daya hambat pembentukan MDA yang tidak berbeda nyata dengan a-tokoferol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak tajuk dan akar rumput mutiara dapat menghambat laju pembentukan MDA. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka semakin besar pula aktivitas antioksidasinya. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak tajuk rumput mutiara memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak akar rumput mutiara.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.subjectRumput murtiaraen
dc.subjectAntioksidanen
dc.titlePotensi rumput mutiara (Hedyotis corymbosa (L) Lam.) sebagai antioksidan alamien


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record