Show simple item record

dc.contributor.advisorNasution, M Zein
dc.contributor.advisorHardjomidjojo, Hartrisari
dc.contributor.authorAbduh, Moh.
dc.date.accessioned2010-04-16T02:15:41Z
dc.date.available2010-04-16T02:15:41Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/4550
dc.description.abstractKebutuhan gula nasional terus mengalami peningkatan dengan laju yang relatif pesat dan potensi peningkatannya dimasa mendatang masih cukup besar. Namun demikian, produksi gula dalam negeri tidak mengalami peningkatan yang berarti, bahkan sebaliknya menunjukkan kecenderungan menurun. Faktor penyebab penurunan produksi gula nasional adalah berkurangnya luas areal tanaman tebu di Jawa serta proses produksi yang kurang efisien akibat penggunaan mesin-mesin pabrik yang relatif sudah tua. Untuk mencukupi kebutuhan, selain mengimpor gula berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah antara lain dengan pembangunan pabrik guia baru di luar Jawa, peningkatan luas lahan tanaman tebu dan produktivitas lahan, serta peningkatan kapasitas giling pabrik yang disertai peningkatan efisiensi pabrik. Pabrik Gula Takalar adalah salah satu pabrik gula milik PTPN XIV dengan kapasitas giling terpasang 3 000 TTH, berlokasi di Sulawesi Selatan serta melakukan budidaya tanaman tebu di lahan kering. Keterbatasan bahan baku tebu serta gangguan kinerja mesin dan peralatan pabrik adalah permasalahan yang sering dihadapi oleh Pabrik Gula Takalar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kegiatan produksi gula di Pabrik Gula Takalar, dilanjutkan dengan merancangbangun model optimasi yang merepresentasikan keadaan di lapangan dengan memperhatikan kendala yang ada, yaitu kendala bahan baku, tenaga kerja tebang, sarana angkutan, kapasitas giling pabrik, ketersediaan biaya, dan lahan. Pendekatan permasalahan dilakukan dengan metode pendekatan berencana (planned approach), sedangkan perancangan model optimasi dilakukan dengan menggunakan kaidah program sasaran linear. Modul Linear Goal Programming pada software Quantitative System versi 3.0, dari Prentice-Hall tahun 1993 digunakan untuk mengolah dan menyelesaikan model optimasi yang telah dirancang. Model optimasi yang dibangun terdiri dari 85 variabel dengan 48 kendala, termasuk kendala sasaran, serta 3 prioritas pada fungsi tujuan. Dari hasil pengolahan model optimasi produksi gula dapat diketahui bahwa pada pemenuhan prioritas kedua sebagian besar kendala-kendala sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. Sedangkan pada pemenuhan prioritas ketiga, sebagian besar kendala sasaran tidak tercapai. Nilai optimal untuk prioritas pertama pada fungsi tujuan, yaitu nilai maksimal kristal gula yang dapat dihasilkan adalah sebanyak 31 167.37 ton. Prioritas kedua, yaitu nilai minimal pada penyimpangan di atas sasaran-sasaran biaya sejumlah Rp 499 912 030,- yang merupakan peningkatan biaya produksi minimal seiring dengan peningkatan produksi gula. Sedangkan pada prioritas ketiga, yaitu nilai minimal hasil penampungan penyimpangan terhadap sasaran-sasaran lain yang tidak dikehendaki adalah 631 082 224.
dc.publisherIPB (Bogor Agriculture University)
dc.titleAplikasi Model Program Sasaran pada Optimasi Produksi Gula di Pabrik Takalar Sulawesi Selatanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record