Show simple item record

dc.contributor.advisorIndrawan, Andry
dc.contributor.advisorSaharjo, Bambang Hero
dc.contributor.authorLimbong, Hotbi D.H
dc.date.accessioned2010-04-15T06:29:54Z
dc.date.available2010-04-15T06:29:54Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/4478
dc.description.abstractLuas lahan gambut Indonesia berkisar antara 17 – 27 juta hektar yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Papua, dengan luasan tersebut Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan gambut tropis terluas di dunia. Hutan rawa gambut memiliki fungsi sangat penting yang terkait dengan masalah konservasi, terutama fungsi simpanan dan rosot karbon. Total simpanan karbon di lahan gambut dunia diperkirakan mencapai 525 Gigaton (Gt) karbon atau 15 – 35% dari total karbon terrestrial. Kebakaran lahan gambut telah menyebabkan terjadinya perubahan iklim global yang diakibatkan oleh timbunan gas-gas rumah kaca seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4) dan klorofluorokarbon (CFC). Page et al. (2002) menyebutkan kebakaran gambut di Indonesia pada tahun 1997 melepaskan karbon ke atmosfer berkisar antara 0,81 – 2,57 Gt.
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePotensi Karbon Tegakan Acacia crassicarpa pada Lahan Gambut Bekas Terbakar (Studi Kasus IUPHHK-HT PT. SBA Wood Industries, Sumatera Selatan)id
dc.date.updated2013-03-04 aat atnah Indrawan, Andry Saharjo, Bambang Hero karbon tegakan Acacia crassicarpa lahan gambut Sumatera Selatan
dc.subject.keywordKarbon Tegakan
dc.subject.keywordAcacia crassicarpa
dc.subject.keywordLahan Gambut
dc.subject.keywordSumatera Selatan


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record