Show simple item record

dc.contributor.authorEprim, Yeheskiel Sah
dc.date.accessioned2011-05-03T02:46:59Z
dc.date.available2011-05-03T02:46:59Z
dc.date.issued2006
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/44645
dc.description.abstractTidak semua fase pertumbuhan tanaman peka terhadap kompetisi gulma. Fase dimana tanaman mulai peka terhadap kompetisi gulma disebut dengan periode kritis tanaman. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui periode kritis kedelai akibat kompetisi dengan gulma pada beberapa jarak tanam di lahan alangalang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2006 sampai dengan Juli 2006, bertempat di Desa Cijengkol, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan dua faktor. Jarak tanam kedelai sebagai petak utama terdiri atas tiga taraf yaitu 60 cm x 10 cm, 40 cm x 15 cm, 30 cm x 20 cm. Periode kompetisi gulma sebagai anak petak terdiri atas 12 taraf yaitu bersih gulma 0-2 MST (Minggu Setelah Tanam), 0-4 MST, 0-6 MST, 0-8 MST, 0-10 MST, 0-12 MST; bergulma 0-2 MST, 0-4 MST, 0-6 MST, 0-8 MST, 0-10 MST, 0-12 MST. Satuan percobaan berupa petak berukuran 3 m x 2.5 m dan masing- masing terdiri atas 3 ulangan sehingga terdapat 108 satuan percobaan.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePeriode kritis tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merr.) terhadap kompetisi gulma pada beberapa jarak tanam di lahan alng-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.)en


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record