Show simple item record

dc.contributor.authorHandayani, Maria Wuri
dc.date.accessioned2011-04-28T03:59:24Z
dc.date.available2011-04-28T03:59:24Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/44455
dc.description.abstractBadan Pusat Statistik (BPS) melakukan survei tentang potensi desa/kelurahan yang dilakukan setiap tiga tahun sekali dengan salah satu tujuannya yaitu untuk menghitung desa tertinggal di Indonesia. Hasil perhitungan tersebut disusun dalam bentuk daftar desa tertinggal, dimana daftar ini memiliki berbagai manfaat baik bagi instansi pemerintahan maupun masyarakat. Perhitungan desa tertinggal dengan menggunakan indikator dan metode yang digunakan oleh BPS dapat menghasilkan jumlah desa tertinggal di Kabupaten Bogor sebanyak 47 (11.06%) desa dari total 425 desa. Analisis regresi logistik dapat digunakan untuk menentukan peubah-peubah yang berpengaruh terhadap model dan mengevaluasi hasil perhitungan dari BPS dengan melihat nilai ketepatan klasifikasi yang dihasilkan. Peubah-peubah yang berpengaruh nyata terhadap model untuk menentukan tertinggal atau tidaknya suatu desa adalah : sumber bahan bakar penduduk, jenis jamban, jalan utama dan penerangan umum di pedesaan. Model dengan peubah-peubah di atas secara keseluruhan dapat mengklasifikasikan dengan benar tertinggal tidaknya suatu desa sebesar 82.4%.en
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAnalisis Regresi Logistik untuk Menentukan Faktor-Faktor Ketertinggalan Desa di Kabupaten Bogoren


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record