Show simple item record

dc.contributor.advisorMudikdjo, Koeswardhono
dc.contributor.advisorSimamora, Suhut
dc.contributor.authorJumiono, Aji
dc.date.accessioned2010-04-15T04:40:56Z
dc.date.available2010-04-15T04:40:56Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/4442
dc.description.abstractPengelolaan lingkungan hidup merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan kota. Angka pertumbuhan penduduk dan pembangunan kota yang makin meningkat secara drastis memerlukan antisipasi yang tepat agar kota memiliki pembangunan yang berkelanjutan. Kota Bogor memiliki prospek yang baik untuk mendirikan industri vermikompos berbahan baku sampah kota. Potensi pasar yang tersedia untuk penjualan produk vermikompos berupa kasting cukup tinggi terutama untuk tanaman palawija dan hortikultura. Luasan lahan pertanian yang berada di Kota dan Kabupaten Bogor masing-masing seluas 861,5 Ha dan 18 538 Ha, sehingga kebutuhan kompos setiap tahunnya adalah sebesar 388 010 ton. Ketersediaan bahan baku berupa sampah pasar tersedia dengan melimpah setiap harinya sebesar 253 m³. Dengan rata-rata kandungan bahan organik 80,3% sampah pasar tersebut potensial untuk dijadikan kasting pada suatu industri vermikompos dengan kapasitas produksi per harinya sebesar 8 096 kg atau setahunnya (320 bari kerja) dapat memproduksi sejumlah 2 590 720 kg Waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus produksi industri vermikompos adalah sebanyak 30 hari. Hal ini jauh lebih efisien dalam menggunakan waktu jika dibandingkan dengan pengkomposan secara konvensional. Proses-proses yang dilakukan dalam industri vermikompos adalah pemilahan sampah, pengecilan ukuran, proses vermikasi, penyaringan, pengemasan dan pergudangan. Bentuk organisasi yang diajukan adalah perusahaan daerah yang bernaung di bawah Pemerintah Daerah Kota Bogor. Perusahaan ini dipimpin oleh seorang manajer yang mengepalai dua orang kepala bagian, yaitu kepala bagian produksi dan tata usaha. Kepala bagian produksi membawahi staf bidang produksi, pemeliharaan fasilitas dan peralatan, serta pemasaran produk. Kepala bagian administrasi dan keuangan membawahi staf bagian administrasi dan keuangan. Kebutuhan personil pada industri vermikompos ini berjumlah 37 dengan 25 orang tenaga kerja harian Pembiayaan proyek berasal dari dana Pemerintah Daerah Kota Bogor dan pihak bank dengan perbandingan debt equity ratio (DER) 35: 65. Pihak bank meminjamkan sejumlah uang dengan suku bunga pinjaman 16 persen. Pembiayaan proyek meliputi pembiayaan modal tetap sebesar Rp 1 510 047 000,- selama 10 tahun dan modal kerja sebesar Rp 604 723 842,- selama 5 tahun. Pembiayaan pada tahun ke-0 hanya mencakup pendanaan bagi modal tetap sebesar Rp 1 510 047 000,- yang berasal dari Pemerintah Daerah Kota Bogor sebesar Rp 528 516 450,- (35 persen) dan dana pihak bank sebesar Rp 981 530 550 (65 persen). ,,,
dc.titleProspek Pendirian Industri Vermikompas Berbahan Baku Sampah Kota (Studi Kasus di Kota Bogor)id
dc.subject.keywordVermikompos
dc.subject.keywordKasting
dc.subject.keywordPengelolaan lingkungan hidup
dc.subject.keywordKota Bogor
dc.subject.keywordLahan pertanian hortikultura


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record