| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan (1) menganalisa penggunaan korbanan pada tingkat petani dan daerah; (2) menga-nalisa kebijaksanaan pemerintah (kredit); (3) menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan korbanan pada tingkat petani; (4) menganalisa pengaruh perobahan pede-saan terhadap produksi padi sebagai umpan balik pembangunan.
Atas pertimbangan-pertimbangan biaya, waktu dan tenaga penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bogor, sebagai salah satu daerah prűouksi padi dan dilakukan dari tanggal 5 Mei sampai dengan 25 Mai 1977. Data yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari data tingkat usahatani berupa data "cross-section" dan data tingkat kabupaten berupa data deret waktu. Data tingkat petani dikumpulkan dengan metoda survey dan memilih usahatani sebagai contoh. Usahatani contoh dibagi atas tiga strata, yaitu:"monokulture" padi, padi dengan tanaman lain dan padi dengan tanaman industri. Jumlah contoh diambil 75 usahatani yang terdiri dari 70% bukan penunggak dan 30% penunggak. Data deret waktu diambil 13 musin tanan. Data yang didapat dianalisa dengan metoda statistika dan tabulasi. Persamaan statistik yang digunakan liner (additive) dan logaritma (Cobb-Douglass). Parameter-parameternya diduga dengan metoda kwadrat terkecil.
Hasil penelitian yang didapat adalah:
Pertama, peningkatan produksi padi per-usahatani dapat dilakukan dengan penambahan penggunaan tanah dan modal, Fak-tor tanah dan modal berpengaruh nyata terhadap produksi, kontribusi tiap 1 ha tanah 1,2 ton padi, tiap Rp 1 000 modal 22 kg padi dan nilai produksi marginalnya lebih besar dari biaya korbanan narginalnya. Penggunaan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi, kontribusi tiap 1 jam kerja 0,32 kg padi dan nilai produksi marginalnya lebih kecil dari biaya korbanan marginalnya, menunjukkan bahwa penambahan penggunaan tenaga kerja tidak efisien lagi. ... | en |