Kebijakan Pengelolaan Rumpon yang Berkelanjutan di Barat Daya Perairan Pelabuhanratu
| dc.contributor.author | Besweni | |
| dc.date.accessioned | 2010-10-29T02:31:10Z | |
| dc.date.available | 2010-10-29T02:31:10Z | |
| dc.date.issued | 2009 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/41467 | |
| dc.description.abstract | Berdasarkan statistik perikanan tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP, 2008), bahwa nelayan skala kecil mendominasi usaha perikanan tangkap di Indonesia yaitu sebesar 97,02%. Hal ini dibuktikan dari 555.950 UNIT jumlah kapal perikanan yang menangkap ikan di laut, 539.380 unit merupakan kapal yang berukuran < 10 GT (Gross Tonage). Nelayan skala kecil ini pada umumnya melakukan kegiatan usaha penangkapan ikan dengan berbagai keterbatasan, antara lain: modal, ilmu pengetahuan, sarana dan ruang gerak. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil tangkapan mereka yang berimbas pada pendapatannya yang rendah. | id |
| dc.publisher | IPB (Bogor Agricultural University) | |
| dc.title | Kebijakan Pengelolaan Rumpon yang Berkelanjutan di Barat Daya Perairan Pelabuhanratu | id |











