Show simple item record

dc.contributor.advisorEriyatno
dc.contributor.advisorNoor, erliza
dc.contributor.advisorSofjar, Fadjar
dc.contributor.authorWibisono, Bambang
dc.date.accessioned2010-10-25T07:29:05Z
dc.date.available2010-10-25T07:29:05Z
dc.date.issued2008
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/41188
dc.description.abstractPertambangan mineral merupakan sektor penting yang memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan nasional dan daerah sebagaimana juga untuk peningkatan kemakmuran masyarakat. Sebagian besar proses pengolahan bijih pada pertambangan mineral dilakukan dengan proses pengapungan yang menghasilkan konsentrat dan tailing (pasir sisa tambang). Pasir sisa tambang merupakan batuan alami yang halus yang tetap tersisa setelah pengambilan mineral (3-4%) yang mengandung tembaga, emas, perak dan mineral lainnya. Pasir sisa tambang tersebut terdiri atas 50 persen fraksi pasir halus dengan diameter 0,075 - 0,4 mm dan 50 persen berupa fraksi lempung dengan diameter kurang dari 0,075 mm. Pasir sisa tambang yang dialirkan melalui sungai harus dikelola secara tepat untuk mengurangi dampak lingkungan. Perubahan lingkungan di sekitar pertambangan dapat terjadi setiap saat, sehingga manajemen pengelolaan limbah yang efektif menjadi indikator keberlanjutan usaha pertambangan mineral.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleModel Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Mineral Yang Berkelanjutan (Studi Kasus : Pengelolaan Lingkungan Mod-ADA Di Kabupaten Mimika, Papua)id
dc.title.alternativeIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.keywordtailing management
dc.subject.keywordsustainable development
dc.subject.keywordsoft system methodology
dc.subject.keywordclean development mechanism
dc.subject.keywordenvironmental impact analysis


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record