Show simple item record

dc.contributor.authorAsikin, Erni Sukmadini
dc.date.accessioned2010-10-18T01:53:59Z
dc.date.available2010-10-18T01:53:59Z
dc.date.issued1997
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/40748
dc.description.abstractIndustri tekstil nasional yang semakin berkembang ternyata telah mampu menjadikna ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sebagai komoditi utama penghasil devisa dari sektor non migas, bahkan menempati peringkat pertama dlam komoditi ekspor hasil industri. Pesatnya perkembangan industri TPT tentunya memerlukan dukungan penyediaan bahan baku, dan salah satunya adalah serat kapas yang memiliki kontribusi tervesar bagi industri TPT, dimana ketergantungan bahan baku industri tekstil akan serat kapas mencapai 50 persen. Namun ternyata sampai dengan Pelita IV dan V kebutuhan kapas untuk bahan baku tekstil di Indonesia masih dipenuhi dari impor. Pada periode 1994/1995 pangsa impor serat kapas Indonesia telah mencapai 99.6 persen yang sekaligus menjadikan Indonesia sebagai negara pengimpor kapas kedua terbesar di dunia serta merupakan negara pemakai serat kapas ketujuh terbesar di dunia.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAnalisis impor serat kapas di Indonesiaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record