| dc.description.abstract | Sirup pala merupakan produk hasil pemanfaatan daging buah paJa yang jarang dimanfaatkan dan telah menyebabkan masalah lingkungan. Pembuatan sirup paJa selama ini belum memenuhi standar mutu. Hal ini disebahkan oleh kekeruhan pada penampakan sirup paJa. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh hemiselulase dan kitosan menjemihkan sirup paJa. Penelitian meliputi analisis bahan baku, penelitian pendahuluan, dan penelitian utama. Pada penelitian pendahuluan dilakukan pembuatan kitosan dan pemilihan konsentrasi kitosan dan hemiselulase serta waktu inkubasi optimal yang menjemihkan sari buah pala. Pemilihan kombinasi penggunaan kitosan dan hemiselulase terbaik yang dapat menjemihkan sirup pala dilakukan pada penelitian utama. Pengolahan sirup pala dilakukan dengan tanpa perlakuan (kontrol), penyuntikan kitosan 0.5% beserta hemiselulase 0.7, 0.8, dan 0.9% serta waktu inkubasi I, 2, dan 3 jam. Pada penelitian pendahuluan diamati kejemihan dan kadar vitamin C, sedangkan pada penelitian utama selain parameter yang diamati pada penelitian pendahuluan juga diamati jumlah padatan taklarut, pH, total bakteri dan kapang. Analisis data menggunakan anal isis sidik ragam dan uji berganda Tukey. Hasil optimum terdapat pada kombinasi pemberian kitosan 0.5% dan hemiselulase 0.8% dengan waktu inkubasi 2 jam, pada kondisi ini kejemihan meningkat sebesar 89.85% dan penurunan vitamin C terendah sebesar 44.41%. Uji organoleptik menunjukkan bahwa panel is dapat membedakan rasa sirup | id |