Show simple item record

dc.contributor.authorFridawari, Okie
dc.date.accessioned2010-07-08T03:11:26Z
dc.date.available2010-07-08T03:11:26Z
dc.date.issued1995
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/31198
dc.description.abstractDalam pembangunan pertanian Pelita VI, swasembada pangan masih mendapat prioritas utama. Di Indonesia, usaha untuk mempertahankan swasembada pangan ini harus dilakukan dengan cara meningkatkan pertumbuhan produksi melalui peningkatan produktivitas (peningkatan produksi per satuan luas). Peningkatan produktivitas ini dapat dicapai melalui peningkatan penggunaan teknologi baru yang tentu membutuhkan modal besar. Sedangkan sebagian besar petani masih mengalami kesulitan dalam pengadaan modal. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah lalu menyediakan fasilitas kredit bagi para petani yang salah satu di antaranya adalah pengadaan Kredit Usahatani (KUT) . Karena perannya tersebut, seharusnya pelaksanaan KUT harus selalu berada dalam situasi yang baik. Tetapi kenyataannya, pelaksanaan KUT masih menghadapi berbagai kendala yang mendasar, terutama dalam ha1 pengembalian KUT.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAnalisis peluang pengembalian kredit (repayment) pada kredit usahatani (Studi kasus pada KUD Sari Mukti dan KUD Timbul Jaya, kabupaten Subang, propinsi Jawa Barat)id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record