Show simple item record

dc.contributor.authorHasibuan, Malya Aris Maya
dc.date.accessioned2010-06-03T11:52:17Z
dc.date.available2010-06-03T11:52:17Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/27499
dc.description.abstractTujuan magang secara umum adalah untuk memperluas wawasan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan penulis dalam segi teknis budidaya dan kemampuan manajerial, serta mempersiapkan penulis dalam menghadapi proses kerja nyata. Tujuan khusus adalah mengetahui proses pelaksanaan, dan pengawasan panen, menemukan dan menganalisis permasalahan pemanenan dalam kegiatan manajemen terutama tenaga kerja panen pada tanaman kelapa sawit. Kegiatan magang dilaksanakan selama empat bulan yaitu dari 13 Februari sampai 12 Juni 2009. Tempat pelaksanaan magang di Kebun Mentawak PT Jambi Agro Wijaya, Bakrie Sumatera Plantation, Sarolangun, Jambi. Pada saat dua bulan pertama penulis bersatatus sebagai karyawan harian (KH), kemudian sebagai pendamping mandor selama satu bulan, dan pendamping asisten divisi selama satu bulan. Pada pelaksanaan magang dilakukan pengamatan serta pengumpulan data primer dan data sekunder. Parameter pengamatan mengenai kegiatan panen yaitu angka kerapatan panen, buah matang panen, buah mentah, buah lewat matang panen, brondolan tinggal, panjang gagang TBS, dan produksi per pemanen. Pengambilan contoh tenaga kerja diambil dari Divisi VI secara acak sebanyak 25 orang tenaga kerja panen. Profil tenaga kerja panen diperoleh dengan wawancara dan dari data sekunder karyawan. Penilaian prestasi tenaga kerja panen dikelompokkan berdasarkan variabel umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, lama masa kerja, asal daerah, dan pekerjaan sebelumnya. Korelasi antar beberapa variabel di atas terhadap produksi tenaga kerja panen diuji dengan uji korelasi Rank Spearman. Variabel umur, jumlah tanggungan keluarga, lama masa kerja tidak berkorelasi nyata terhadap prestasi kerja pemanen sedangkan tingkat pendidikan berpengaruh nyata terhadap prestasi kerja pemanen. Perencanaan tenaga kerja panen Kebun Mentawak PT JAW meggunakan rasio 0.05/ha. Tenaga kerja panen dibagi menjadi 2 kemandoran dengan rotasi panen 8-13 hari. Sistem ancak panen yang digunakan adalah ancak giring tetap. Kriteria matang panen yang diterapkan yaitu minimal 1 brondolan per TBS yang telah jatuh di piringan. Permasalahan yang terjadi pada panen yaitu memanen buah mentah, brondolan tidak dikutip, buah matang tinggal di pokok, dan gagang TBS yang panjang. Hal ini menunjukkan masih diperlukan peningkatan pepengawasan dan kurang diberlakukannya sistem denda. Kegiatan magang yang dilakukan di Kebun Mentawak PT JAW meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penulis dalam melaksanakan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit. Penulis memperoleh pengalaman bekerja dan dapat membandingkan antara teori yang diperoleh dengan praktik di lapangan, baik dari aspek teknis maupun manajemen.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleManajemen Tenaga Kerja Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kebun Mentawak PT Jambi Agro Wijaya, Bakrie Sumatera Plantation, Sarolangun, Jambi.id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record