| dc.description.abstract | Kebutuhan beras terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Usaha untuk meningkatkan beras dihadapkan pada berbagai kendala, salah satunya adalah gulma. Namun kehadiran gulma di sepanjang siklus hidup tanaman budidaya tidak selalu berpengaruh negatif. Terdapat suatu periode ketika gulma harus dikendalikan dan terdapat periode ketika gulma juga dibiarkan tumbuh karena tidak mengganggu tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui periode kritis tanaman padi hibrida terhadap persaingan gulma di lahan sawah. Penelitian dilakukan di lahan sawah Cikarawang Dramaga-Bogor, pada bulan Oktober 2007 hingga bulan Februari 2008. Percobaan dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu periode kompetisi gulma dengan 14 taraf : periode bersih gulma (BG) 0-2 MST, BG 0-4 MST, BG 0-6 MST, BG 0-8 MST, BG 0-10 MST, BG 0-12 MST, BG 0-panen ; periode bergulma (G) 0-2 MST, G 0-4 MST, G 0-6 MST, G 0-8 MST, G 0-10 MST, G 0-12 MST, G 0-panen. Pengamatan yang dilakukan meliputi biomassa gulma total, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, indeks luas daun, saat heading, hari saat 50% populasi berbunga, hari saat 80% populasi siap panen, jumlah anakan pada saat panen, biomassa tajuk padi hibrida, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah per malai, bobot gabah isi per rumpun, jumlah anakan produktif, bobot gabah kering panen ubinan, bobot gabah kering giling ubinan, persentase pengisian gabah, bobot 1000 butir, dan mutu fisik beras. | id |