| dc.description.abstract | Langkah awal untuk peningkatan produksi tebu adalah pengelolaan bibit tebu dengan baik. Bibit tebu bermutu baik dan sehat dapat diperoleh melalui kegiatan pembangunan kebun berjenjang dan pelaksanaan budidaya. Pentahapan dalam penyelenggaraan kebun bibit adalah kebun bibit pokok utama (KBPU), kebun bibit pokok (KBP), kebun bibit nenek (KBN), kebun bibit induk (KBI), kebun bibit datar (KBD). KBD merupakan kebun bibit yang diselenggarakan sebagai penyedia bahan tanam bagi kebun tebu giling (KTG). KBD yang terkelola dengan baik akan menghasilkan bahan tanaman yang baik pula. Tingkat kebaikan kebun bibit dinilai dari kuantitas dan kualitas bibit yang dapat dihasilkan melalui dua faktor, yaitu faktor hasil bibit teori (FHB teori) dan faktor hasil bibit nyata (FHB nyata). Tujuan kegiatan magang adalah menambah pengetahuan dan keterampilan dalam memahami proses kerja nyata langsung di perkebunan tebu. Tujuan khusus dari kegiatan magang ini adalah untuk mengetahui pengelolaan dan penyebaran kebun bibit datar perusahaan, perbedaan teknis budidaya di KBD dan KTG, dan mengetahui nilai hasil bibit di KBD perusahaan. Kegiatan magang dilaksanakan di PG. Krebet Baru, PT. PG. Rajawali I, Malang, Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah kerja langsung di lapang (aspek teknis), menjadi pendamping mandor, Petugas Lapang Pabrik Gula (PLPG), dan pendamping Sinder kebun (aspek manajerial). Mahasiswa melakukan pengamatan aspek khusus dengan mengambil data primer, data sekunder, dan melakukan wawancara dan diskusi. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf 5 %. | id |