Induksi keragaman Somaklon ke arah ketenggangan terhadap keracunan aluminium pada tanaman jagung

Date
1994Author
Sutjahjo, Surjono Hadi
Makmur, H. Amris
A. Wattimena
Koswara, Jajah
Soepardi, Goeswono
Subandi
Metadata
Show full item recordAbstract
Masalah keracunan aluminium merupakan faktor pembatas utama bagi pertumbuhan dan produksi tanaman pada tanah masam. Diperkirakan total luas areal tanah masam di Indonesia sekitar 101.5 19 juta hektar, 48.3 j uta hektar diantaranya merupakan jenis podzolik merah kuning. Dalam rangka rnencapai swasembada jagung di masa mendatang, maka upaya peningkatan produktivitas dan pengembangan lahan-lahan marjinal perlu terus digalakkan. Oleh karena itu, tersedianya varietas-varietas jagung yang tenggang tethadap keracunan A1 sangat diperlukan. Aluminum toxicity is a major limiting factor affecting plant growth and crop productivity in acidic soils. In Indonesia, the total area of acidic soils is estimated to reach approximately 101.5 million hectares, of which around 48.3 million hectares consist of red-yellow podzolic soils. These soil conditions significantly constrain agricultural development, particularly for staple crops such as maize. In order to achieve future maize self-sufficiency, efforts to improve productivity and expand cultivation into marginal lands must be intensified. Therefore, the development and availability of maize varieties that are tolerant to aluminum toxicity are critically important to support sustainable agricultural production on acidic soils.
Collections
- DT - Agriculture [785]

