Pola elektroforesis, isoelektrik, fokusing dan imunodifusi dalam pengenalan daging dari beberapa spesies

Date
1994Author
Perangin-angin, Rosmawaty
F.G. Winamo
Fantiaz, Dedi
Malole, Marthen B.
Fantiaz, Srikandi
Siswadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Spesies daging ikan biasanya diketahui berdasarkan kepada morfologi dan keadaan fisik dari ikan sehingga memerlukan spesimen yang utuh. Untuk dapat mengenal dengan tepat suatu produk filet ikan atau daging lumat cara fisik ini tidak dapat digunakan apalagi kalau daging tersebut sudah mengalami pengolahan seperti pemasakan dan sterilisasi. Dalam penelitian ini dilakukan pengenalan spesies daging ikan segar, daging ikan yang dipanaskan pada suhu 100" C dan daging ikan yang disterilisasi pada suhu 121" C masing masing selama 30 menit dengan menggunakan metode elektroforesis gel poliakrilamid tidak kontinyu (Disc-PAGE ), elektroforesisi gel poliakrilamid sodium dodesil sulfat (SDS-PAGE), isoelektrik fokusing gel poliakrilamid (PAGIF) serta metode imunodifusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Disc-PAGE, SDS-PAGE dan PAGIF memperlihatkan pita-pita dari komponen-komponen protein. Setiap komponen protein dianggap sebagai satu peubah pada setiap spesies daging ikan. Untuk mendapatkan sesedikit mungkin peubah yang dapat menerangkan sebanyak mungkin keragaman data digunakan analisis komponen utama dan analisis gerombol digunakan untuk mengelompokkan setiap spesies daging ikan kedalam kelompok yang relatif serupa dibandingkan dengan kelompok yang lain. Elektroforegram setiap spesies ikan memperlihatkan pola yang spesifik untuk masing-masing spesies sehingga metode ini dapat digunakan untuk mengenal spesies daging dari spesies aslinya. Hasil analisis secara komponen utarna dan analisis gerombol memperlihatkan bahwa pengelompokan spesies daging ikan tidak selalu berdasarkan kepada sifat morfologi spesies ikan yang mana biasanya digunakan untuk identifikasi spesies ikan. Pola elektroforegram dari Disc-PAGE, SDS-PAGE, PAGIF untuk daging ikan segar, masak dan sterilisasi memperlihatkan pola yang spesifik terhadap masing-masing spies. Untuk ekstraksi daging ikan segar dapat digunakan dengan air destilata sedangkan untuk daging yang mengalami pemasakan harus dilakukan dengan pelarut urea sedangkan untuk daging ikan yang disterilisasi 121" C diekstrak dengan sianogen bromida.

