IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Sistem Penyuluhan Pembangunan Pertanian Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      Abstract (754.0Kb)
      Full Text (28.40Mb)
      Postscript (4.532Mb)
      Bab I (578.7Kb)
      Bab II (297.2Kb)
      Bab III (289.5Kb)
      Bab IV (306.5Kb)
      Bab V (2.364Mb)
      Bab VI (325.6Kb)
      Bab VII (700.3Kb)
      Bab VIII (475.6Kb)
      Bab IX (975.0Kb)
      Cover (1.271Mb)
      Daftar Pustaka (3.153Mb)
      Penutup (4.378Mb)
      Date
      1994
      Author
      Jarmie, Muhammad Yunus
      Slamet, Margono
      Tjondronegoro, Sediono M. P.
      Baharsjah, Sjarifudin
      Tjitropranoto, Prabowo
      Musa, M. Sjarkani
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Sistem penyuluhan pembangunan pertanian Indonesia yang ada sekarang ini, mulai dibangun dan dikembangkan sejak lama. Pada awalnya penyuluhan hanya untuk petani, kemudian berkembang pula pada non petani. Pelaksanaannya dilandasi oleh teori adopsi dan teori difusi yang diselenggarakan dengan sistem adopsi inovasi (Allen, 1958; Rogers dan Shoemaker, 1976). Pada sistem ini berperan fungsi pe-nelitian, fungsi penyuluhan dan fungsi pengusahaan usahatani (petani). Di Indonesia penyuluhan sistem adopsi inovasi dirintis sejak Kebun Raya Bogor tahun 1817 me-nyebarkan hasil penelitiannya dan lebih berkembang lagi dengan adanya politik ethis tahun 1901 dengan program pendidikan, transmigrasi dan irigasi. Dalam program pendidikan dibangun Sekolah Pertanian di Bogor, yang mulai tahun 1908 menghasil-kan teknisi dan penyuluh pertanian. Untuk membina fungsi pengusahaan usahatani maka sejak tahun 1927 (sampai sekarang) diadakan KTD (Kursus Tani Desa) dan pembinaan kelompok tani. Tahun 1931 politik ethis dikembangkan pula untuk luar Jawa dan lebih dikenal dengan politik balas budi. Wilayah luar Jawa tersebut kemudian menjadi sentra produksi pertanian. Sejak awal kemerdekaan, Indonesia terus meningkatkan pembangunan per-tanian, antara lain: rencana Kasimo tahun 1948, rencana Wisaksono yang lebih di-kenal dengan RKI (Rencana Kerja Istimewa) tahun 1950 yang dalam bidang pe-nyuluhan di bangun BPMD (Balai Pendidikan Masyarakat Desa) pada unit sentra produksi. Sebagai basis penyuluhan, pada BPMD terdapat percontohan usahatani, tempat KTD dan sebagai tempat pertemuan petani dengan pemerintah dan swasta yang berkaitan dengan usahatani.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/2533
      Collections
      • DF - Human Ecology [656]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository